
Baperki, Komunitas Tionghoa, dan G30S di Kota Medan
Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SAAT berita tentang G30S sampai di Medan pada 1 Oktober pagi 1965, pejabat resmi daerah masih belum mengetahui begitu

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SAAT berita tentang G30S sampai di Medan pada 1 Oktober pagi 1965, pejabat resmi daerah masih belum mengetahui begitu

Ilustrasi: Jonpey “APA yang membuatmu memilih freelance daripada bekerja di kantor?” demikian sebuah pertanyaan dari seorang pengguna internet di forum Quora. Pengguna yang lain ringan

Gagasan utama dari negara kesejahteraan adalah menjinakkan kekuatan kapital/modal secara umum lewat kontrol politik yang demokratik. Ia dibangun dengan fondasi kompromi kelas.

Negosiasi politik yang santun dan mengakomodasi kepentingan kepala adat tidak akan menyelesaikan persoalan kemiskinan di NTT.

Kredit ilustrasi: http://www.kompasiana.com/wijatnikaika BERBEDA dengan Proletariat, konsep Mustadh’afin, tidaklah asing dalam perbincangan akademik kajian Islam. Jika kita telusuri literatur kajian Islam, maka dengan mudah

“kapitalisme tidak cocok dengan visi feminis tentang keadilan sosial”
Dr. Liaw Yan Siang. Foto oleh Alfred Ticoalu Di sini disebutkan ada saksi-saksi yang mengidentifikasikan mayat-mayat tersebut. Seperti misal Jenderal Yani dikatakan bahwa ‘Majat

Hubungan pengemudi Ojol dan aplikator merupakan hubungan perburuhan, bukan kemitraan seperti yang dinarasikan aplikator, diamini Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perhubungan dan dilegitimasi oleh sebagian pengamat hukum doktrinal

SEPEKAN belakangan ini ramai pemberitaan mengenai pelarangan BelokKiri.Fest, sebuah festival untuk merayakan gerakan kiri di Indonesia. Sebabnya, tentu saja, karena penggunaan nama “Kiri” dalam acara

Batavia 1946. Kredit foto: Holandia bez tajemnic Kawan-kawan sekalian, SEBAGAI sejarawan kapitalisme yang mengkhususkan diri pada sejarah Belanda dan imperiumnya, saya selalu tergugah oleh bab-bab

“Di bawah rezim full employment permanen, ‘PHK’ tidak lagi memainkan perannya sebagai alat pendisiplinan.”

Masalah kesehatan mental di Yogyakarta tak bisa dilepaskan dari problem struktural yang terkait dengan persoalan ketimpangan. Sayangnya fenomena ini masih terselubungi struktur pengetahuan yang keliru.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.