1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 120

Paling Sering Dibaca

Buruh: Kaum yang Terlupakan Atau Melupakan?

Kredit foto: gUMAM   SAYA adalah seorang pekerja atau akhir-akhir ini saya lebih senang dipanggil buruh. Alasannya, dengan dipanggil buruh, saya merasa lebih berideologi dan

Gerakan Payung dari Hong Kong

AKHIR Oktober 2014, cuaca kota Hong Kong masih panas dan lembab. Ribuan warga kembali bergabung dalam pendudukan Jalan Nathan di Mongkok, distrik perdagangan terpadat. Saat

Marxisme dan Kepak Sayap Malaikat

PADA suatu petang, Nashruddin Khoja terlihat di bawah lampu perempatan jalan sedang mencari-cari sesuatu. Kawannya datang dan bertanya: ‘sedang apa kau Nash?’ Nashruddin bilang kalau

Martin dan Marxisme: Sekadar Perkenalan

‘SAMPAI sekarang para filsuf hanya menafsirkan dunia dengan beragam cara; pokok sebetulnya ada pada mengubahnya’. Saya kira pembaca tahu pernyataan heroik dari Marx ini. Ditilik

Nyanyi Sunyi Pram

Karya-karyanya adalah sayup suara di rumah-bahasanya sendiri ”SAYA punya minat khusus dengan dia karena [dia] realistis,” kata Sujiyati, merujuk alasan dia mencintai karya-karya Pram, dengan

Kekerasan Pasca 1965 dan Proyek Pengaburan Sejarah ‘Formal’

PADA tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara terbuka mengatakan bahwa dirinya prihatin dengan pembunuhan terhadap orang-orang yang dinyatakan komunis. Dalam kapasitasnya sebagai seorang presiden, ia mengucapkan permintaan maaf. Banyak pihak menanggapi dengan respon beragam. Di satu sisi, pihak yang setuju menyambut baik tindakan Gus Dur, yang menawarkan kemungkinan diadakannya peradilan secara terbuka untuk menentukan pihak mana yang terlibat dan bersalah. Dengan tindakan seperti itu, diharapkan dapat terjadi sebuah rekonsiliasi dan pelurusan sejarah 1965. Adapun pihak yang berseberangan menanggapi dingin pernyataan Gus Dur dengan alasan perbedaan prinsip. Tahun 2002, Gus Dur kembali mengucapkan pernyataan maaf. Kali ini mewakili Nahdlatul Ulama (NU) yang diakuinya turut terlibat dalam peristiwa-peristiwa 1965 dan setelahnya, kendati di bawah setting penguasa Suharto pada masa itu.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.