1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 121

Paling Sering Dibaca

Mengapa Sulit Minta Maaf?

DALAM memandang genosida 1965, kita secara sederhana bisa menggunakan dua perspektif. Pertama, perspektif hak asasi manusia (HAM); dan kedua melihatnya dari perspektif ekonomi politik (ekopol).

Belajar Realisme dari Master Sun

Kredit ilustrasi: CUSPP Canberra SEJARAH mencatat kekalahan demi kekalahan dari setiap perjuangan kelas pekerja di dunia sejak dua abad terakhir. Setidaknya hampir semua perjuangan, kalau

Pembasmian Buku Kiri

Ilustrasi oleh Alit Ambara Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya. Maka pastilah bangsa itu akan musnah (Milan Kundera) Kau boleh bakar kebun

Makanan, Racun, dan Ekonomi-Politik

TULISAN INI akan membahas bagaimana Revolusi Hijau sebagai agenda kapitalisme, dalam rangka produksi dan reproduksi tenaga kerja yang murah mengesahkan zat beracun sebagai bagian dari makanan

Dari Benturan ke Konsolidasi: Tentang NU dan ‘Buku Putih’ 1965

KENYATAAN pahit selama Orde Baru, idealnya menjadi pembelajaran bagi warga Nahdliyyin bahwa dalam kasus 1965, bukan saatnya mencari lagi siapa pihak yang paling dipersalahkan, NU atau PKI. Karena keduanya, pada dasarnya, merupakan korban dari proses penghancuran gerakan kerakyatan secara struktural yang berlangsung dalam transisi antara Orde Lama dan Orde Baru. Dalam hal ini, diskusi yang berkutat semata-mata pada siapakah yang paling berhak dianggap korban antara NU dan PKI, antara ‘kita’ dan ‘mereka,’ akan menjebak ke dalam konteks yang sempit dan parsial, karena memisahkan konteks yang lebih luas yang melatari konflik antara dua massa besar itu.

Debat Kusir Mekanisme Pilkada

Dalam perkembangan gerakan rakyat di dunia, bentuk-bentuk demokrasi lain yang memungkinkan adanya kontrol langsung atas sarana perekonomian, institusi politik dan kebijakan publik telah berjalan sedemikian rupa.

Urban, Upah dan Keluarga!

Kredit foto: Akurat.co   INDONESI awal abad 21 sedang bergerak menuju ‘revolusi’ urban. Tidak ada fakta tunggal untuk mendefinisikan fenomena urban ini. Merujuk pada Henri

Buruh: Kaum yang Terlupakan Atau Melupakan?

Kredit foto: gUMAM   SAYA adalah seorang pekerja atau akhir-akhir ini saya lebih senang dipanggil buruh. Alasannya, dengan dipanggil buruh, saya merasa lebih berideologi dan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.