
Mengapa Sulit Minta Maaf?
DALAM memandang genosida 1965, kita secara sederhana bisa menggunakan dua perspektif. Pertama, perspektif hak asasi manusia (HAM); dan kedua melihatnya dari perspektif ekonomi politik (ekopol).

DALAM memandang genosida 1965, kita secara sederhana bisa menggunakan dua perspektif. Pertama, perspektif hak asasi manusia (HAM); dan kedua melihatnya dari perspektif ekonomi politik (ekopol).

Kredit ilustrasi: CUSPP Canberra SEJARAH mencatat kekalahan demi kekalahan dari setiap perjuangan kelas pekerja di dunia sejak dua abad terakhir. Setidaknya hampir semua perjuangan, kalau

Black Campaign. #PosterNobodycorp PEMBACA tentu masih ingat ketika beberapa waktu yang lalu, dunia politik Indonesia diramaikan oleh tweet dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ilustrasi oleh Alit Ambara Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya. Maka pastilah bangsa itu akan musnah (Milan Kundera) Kau boleh bakar kebun

TULISAN INI akan membahas bagaimana Revolusi Hijau sebagai agenda kapitalisme, dalam rangka produksi dan reproduksi tenaga kerja yang murah mengesahkan zat beracun sebagai bagian dari makanan
PADA Juli 2012, Jurnal Perburuhan Sedane, melakukan wawancara panjang dengan salah satu pejuang buruh di Bekasi, Danial Indrakusuma. Wawancara ini memotret pengalaman kemenangan gerakan buruh

Kredit foto: http://welkermedia.com/daily/world-social-forum/ Tanggapan Untuk Roy Murtadho SAYA akan membuka dengan tiga pertanyaan yang merumuskan refleksi saya terhadap iklim politik Indonesia pasca Reformasi hingga

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SEPERTI halnya di negara demokrasi nan beradab lainnya, partai politik telah menjadi alat bagi kaum pergerakan kita untuk memperjuangkan
KENYATAAN pahit selama Orde Baru, idealnya menjadi pembelajaran bagi warga Nahdliyyin bahwa dalam kasus 1965, bukan saatnya mencari lagi siapa pihak yang paling dipersalahkan, NU atau PKI. Karena keduanya, pada dasarnya, merupakan korban dari proses penghancuran gerakan kerakyatan secara struktural yang berlangsung dalam transisi antara Orde Lama dan Orde Baru. Dalam hal ini, diskusi yang berkutat semata-mata pada siapakah yang paling berhak dianggap korban antara NU dan PKI, antara ‘kita’ dan ‘mereka,’ akan menjebak ke dalam konteks yang sempit dan parsial, karena memisahkan konteks yang lebih luas yang melatari konflik antara dua massa besar itu.

Dalam perkembangan gerakan rakyat di dunia, bentuk-bentuk demokrasi lain yang memungkinkan adanya kontrol langsung atas sarana perekonomian, institusi politik dan kebijakan publik telah berjalan sedemikian rupa.

Kredit foto: Akurat.co INDONESI awal abad 21 sedang bergerak menuju ‘revolusi’ urban. Tidak ada fakta tunggal untuk mendefinisikan fenomena urban ini. Merujuk pada Henri

Kredit foto: gUMAM SAYA adalah seorang pekerja atau akhir-akhir ini saya lebih senang dipanggil buruh. Alasannya, dengan dipanggil buruh, saya merasa lebih berideologi dan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.