
Selamat Jalan, Bung Anantaguna!
Adakah duka lebih duka yang kita punya kawan meninggal dan darahnya kental di pipi tapi kenangan kesayangan punya tempat dalam hati BARIS-barus di atas penggalan

Adakah duka lebih duka yang kita punya kawan meninggal dan darahnya kental di pipi tapi kenangan kesayangan punya tempat dalam hati BARIS-barus di atas penggalan

Prekarianisme dirancang untuk bertahan dan beradaptasi. Ia mampu menyerap tuntutan-tuntutan parsial tanpa mengubah struktur dasarnya, serta mencegah solidaritas tumbuh kuat. Menghadapinya membutuhkan kesabaran yang tetap aktif, yang terus bergerak, membangun, dan belajar dari kegagalan tanpa kehilangan arah.

Daya Cipta S, mahasiswi tingkat akhir Ilmu Politik Universitas Indonesia Judul : Take Back Higher Education: Race, Youth and Democracy in Post

Ilustrasi oleh Jonpey TAHUN 2020 ini akan tercatat sebagai sebuah babak penting dalam sejarah. Bukan karena pamitnya Ronald McDonald dan kawan-kawan dari Sarinah atau karena

SIAPA tak kenal Butet Kertaradjasa? Ia lebih dari sekadar seniman penghibur. Bersama Djaduk Ferianto dan Agus Noor, ketiganya sering membuat pementasan akbar. Cirinya selalu sama:

SELAMA kurang lebih dua ratus tahun, masyarakat industri kapitalis telah berkembang melalui berbagai aksi penjarahan dan penghancuran terhadap sumber daya alam yang ada di bumi

SALAH satu hal yang selalu menarik perhatian saya dalam mengamati perkembangan kasus Lapindo adalah mengamati strategi Grup Bakrie dalam mendayagunakan jejaring sosial, politik, dan ekonomi

Rio Apinino, anggota redaksi Left Book Review IndoPROGRESS dan Sekjen Serikat Mahasiswa Progresif UI (SEMAR UI) Judul: Rebuilding the Left Penulis: Marta Harnecker Penerbit:

SETELAH tahun lalu gerakan koperasi berhasil menggagalkan undang-undang perkoperasian yang berkarakter kapitalis, keringat belum kering, kini insan-insan koperasi tampaknya masih harus siap-siap standby menyingsingkan lengan
Tanggapan untuk Roysepta Abimanyu Artikel Roysepta Abimanyu, “Berbicara Kembali Tentang Kesadaran Politik (Kelas),” menarik untuk didiskusikan lebih lanjut. Dalam artikel itu, Abimanyu membahas dengan jernih

Kredit ilustrasi: Godsloveandlaw’s Blog BAGAIMANA cara kita mendekati teologi? Apakah sama seperti kita mendekati ilmu-ilmu alam dengan argumentasi-argumentasi modernis yang berjarak? Apakah agama itu sesuatu

DALAM tulisan sebelumnya kita sudah membahas karya-karya Oscar Wilde secara cukup detail. Kali ini, saya akan membahas era Victoria, yakni konteks waktu di mana Wilde tumbuh, berkarya dan merumuskan kritiknya. Wilde adalah anak zaman sekaligus salah seorang kritik terdepan atas Victorianisme, suatu periode yang memungkinkan Wilde berkembang, yang dia kritik secara keras namun jenaka, namun secara ironis akhirnya menjebloskan dirinya ke dalam penjara—satu dari sedikit contoh turbulensi sejarah yang dialami oleh masyarakat Inggris dalam perkembangannya di masa tersebut.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.