
Kealpaan Kritik Corak Produksi dalam Perjuangan Lingkungan
Kredit foto: ranahsuratkabar-online.blogspot.com PERTAMA, izinkan saya memulai dengan cerita pribadi. Sepanjang Juli 2011 hingga Mei 2017, saya kuliah di jurusan biologi Fakultas MIPA satu

Kredit foto: ranahsuratkabar-online.blogspot.com PERTAMA, izinkan saya memulai dengan cerita pribadi. Sepanjang Juli 2011 hingga Mei 2017, saya kuliah di jurusan biologi Fakultas MIPA satu

Daya Cipta S, mahasiswi tingkat akhir Ilmu Politik Universitas Indonesia Judul : Take Back Higher Education: Race, Youth and Democracy in Post

Gimana kabarmu, Min? Sudah jadi PNS, Min? Kaupasti sudah punya sepeda motor seperti layaknya pemuda desa, ‘kan? Kredit motor ‘kan murah, belilah satu biar kausama dengan mereka. Sumber, kampung kita, pastinya sudah maju ‘kan?
Namun, tampaknya semaju apa pun Sumber[1], aku belum mau pulang. Jakarta belum memberikan apa yang kuharapkan. Gajiku masih digerogoti sewa kostan yang mencekik. Dan jangan tanya masalah kelas sosial; konon pekerja kantoran level manajer rendahan sepertiku ini sudah masuk kelas menengah, tapi aku tak percaya. Wong, rasanya sama saja. Hidup cuma habis di bus kota dan kostan, atau khusus untuk aku, di pagelaran musik.

Lilin bersiap berangkat kerja Keluar rumah bendera partai berkibar di sisi gang Di pengkolan, poster caleg berebut tempat di tembok jalan Di dalam angkot

PEMBANGUNAN kembali gerakan perempuan adalah salah satu agenda politik yang krusial dalam perjuangan politik rakyat pekerja Indonesia. Walau dapat dikatakan bahwa secara relatif terdapat beberapa

PERISTIWA pembunuhan tujuh orang jenderal dan seorang perwira Angkatan Darat 54 tahun lalu (1965), yang disebut G.30.S, mengakibatkan pengejaran, penangkapan, pembantaian dan pemenjaraan pimpinan, kader,

SEJAK UU N0.26/2000 terbit, sudah ada sembilan peristiwa yang diduga sebagai pelanggaran HAM berat, telah diselidiki oleh Komnas HAM. Peristiwa-peristiwa tersebut menurut urutan waktu terjadinya

Ilustrasi oleh Jonpey TAHUN 2020 ini akan tercatat sebagai sebuah babak penting dalam sejarah. Bukan karena pamitnya Ronald McDonald dan kawan-kawan dari Sarinah atau karena

KETIKA Ralf Hütter, sosok di balik synthesizer dalam grup musik elektronik Kraftwerk, berujar: “We are not musician, we are musical worker” (lihat video Krautrock: The
SEKITAR Lebaran 25 Desember 1965. Saya sudah lupa tanggalnya, tapi apa yang saya saksikan pada hari-hari itu kemudian melekat di benak hingga sekarang. Kembali

MENJELANG akhir tahun 2015, tepatnya 31 Desember 2015, dunia pendidikan kita disuguhkan dengan berita pelantikan Dirjen Kebudayaan yang baru, DR. Hilmar Farid. Pelantikan Hilmar Farid

ADORNO pernah berkata bahwa menulis puisi sesudah peristiwa Auschwitz adalah tindakan barbar. Yang ia maksud terutama adalah puisi lirik. Di atas tumpukan tubuh yang gosong
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.