1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 105

Paling Sering Dibaca

Narasi Sulami versus Narasi Orde Baru

PERISTIWA pembunuhan tujuh orang jenderal dan seorang perwira Angkatan Darat 54 tahun lalu (1965), yang disebut G.30.S, mengakibatkan pengejaran, penangkapan, pembantaian dan pemenjaraan pimpinan, kader,

Surat untuk Anakku, Mafalda

Kita semua berada di sebuah persimpangan sejarah. Perubahan terjadi di semua belahan dunia, karena berbagai faktor. Selain pandemi, ada kekerasan rasial, radikalisme agama, post-truth¸ kejahatan seksual, dan sebagainya.

Memandang Pembebasan Papua

Pranata Kolonialisme di Papua UNTUK berbagai ragam masalah di tanah Papua, kita mau tidak mau mesti berangkat dari pengertian bahwa bangsa Papua sedang dijajah. Peliknya

Yang Lenyap dalam Senyap

ADORNO pernah berkata bahwa menulis puisi sesudah peristiwa Auschwitz adalah tindakan barbar. Yang ia maksud terutama adalah puisi lirik. Di atas tumpukan tubuh yang gosong

Selamat Jalan, Bung Anantaguna!

Adakah duka lebih duka yang kita punya kawan meninggal dan darahnya kental di pipi tapi kenangan kesayangan punya tempat dalam hati BARIS-barus di atas penggalan

Konsepsi Marx Tentang Civil Society

Catatan untuk Justinus Prastowo ARTIKEL panjang dari Justinus Prastowo, sangat menarik untuk didiskusikan. Pemaparannya tentang konsepsi Gramsci mengenai Civil Society, sangat membantu kita untuk memetakan

Perfilman Indonesia sebagai Indikator Demokrasi  

KADAR demokrasi suatu negara sesungguhnya bisa dilihat dari pilihan film yang tersedia bagi masyarakatnya. Logikanya: semakin beragam film yang beredar di publik, semakin terbuka pula masyarakatnya

Niat Baik Yang Tidak Baik (R-KUHP)

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp Internartional Unlimited) R-KUHP (Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) yang dikerjakan sejak tahun 1963, sudah rampung dan akan disahkan. R-KUHP ini

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.