1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 105

Paling Sering Dibaca

Yang Lenyap dalam Senyap

ADORNO pernah berkata bahwa menulis puisi sesudah peristiwa Auschwitz adalah tindakan barbar. Yang ia maksud terutama adalah puisi lirik. Di atas tumpukan tubuh yang gosong

“SMK Bisa!”: Jalan Menuju Mobilisasi atau Marginalisasi?

“Inferioritas SMK semakin menjadi dengan banyaknya stigma sosial yang disematkan ke pelajar SMK. Sepanjang tahun 2020, misalnya, publik ramai mencap negatif partisipasi pelajar SMK di aksi menentang omnibus law. Partisipasi mereka dianggap sebagai kenakalan remaja, alih-alih memahami bahwa memang karena omnibus law berdampak negatif pada nasib mereka di pasar tenaga kerja kelak.”

Tendensi Jatuhnya Tingkat Keuntungan dalam Krisis Kapitalisme Kontemporer

NARASI konvensional, khususnya di kalangan teoritisi Kiri mengenai krisis kapitalisme yang terjadi sekarang, melihat krisis kapitalisme sebagai peristiwa khas dalam bentuknya yang ‘neoliberal.’ ‘Neoliberal’ dalam arti keunikan serta kekhususan bentuk relasi ekonomi politiknya yang belum pernah ada presedennya dalam pengalaman kapitalisme sebelumnya. Dalam narasi konvensional ini, krisis disebabkan oleh finansialisasi ekonomi yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam pengembalian tingkat akumulasi. Finansialisasi mendorong perusahaan untuk menginvestasikan banyak porsi dari keuntungannya dalam instrumen finansial, dan hanya porsi yang lebih kecil yang digunakan untuk modal aset produktif (mesin-mesin, pabrik, dll) yang merupakan kontributor utama dari pertumbuhan ekonomi yang ‘nyata.’ Hasilnya, pertumbuhan ekonomi lebih lemah jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada dekade-dekade awal pasca Perang Dunia II, dan faktor ini, bersamaan dengan terjadinya penambahan pinjaman, yang mendorong rakyat pekerja untuk mempertahankan standar hidup keseharian walau pendapatan mereka mengalami penurunan. Masalah hutang ini, dan fenomena-fenomena lain yang dimunculkan dari finansialisasi, disimpulkan sebagai penyebab yang mendasari krisis ekonomi sekarang.

Perfilman Indonesia sebagai Indikator Demokrasi  

KADAR demokrasi suatu negara sesungguhnya bisa dilihat dari pilihan film yang tersedia bagi masyarakatnya. Logikanya: semakin beragam film yang beredar di publik, semakin terbuka pula masyarakatnya

Masya Alloh Lenin, Masih Soal Kelas?!

Gambar diambil dari ideologicalfightback.com   DI BEBERAPA tulisan sebelumnya (di sini dan di sini), saya sudah paparkan bahwa kelas itu kategori sosial yang dipertautkan relasi

Babak Baru Persoalan Papua di PBB

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp)   PERSOALAN Papua di PBB kini memasuki babak baru. Bukan saja karena telah ada tujuh negara sebagai subjek hukum internasional

Konsepsi Marx Tentang Civil Society

Catatan untuk Justinus Prastowo ARTIKEL panjang dari Justinus Prastowo, sangat menarik untuk didiskusikan. Pemaparannya tentang konsepsi Gramsci mengenai Civil Society, sangat membantu kita untuk memetakan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.