Artikel

Selain kelindan totalitas kapitalisme yang tetap tak terjamah, kita pun tidak dapat membayangkan horizon transformasi yang lebih radikal. Horizon itu menyempit hanya pada upaya memperbaiki kualitas kepemimpinan, memperkuat kapasitas teknokratis, atau mengganti figur yang dianggap bermasalah, alih-alih mencari kemungkinan transformasi terhadap tatanan yang terus mereproduksi krisis itu sendiri.
Modernitas membuat kehidupan bergerak semakin cepat, sementara kemampuan manusia untuk benar-benar mengalami hidup justru semakin menipis. Teknologi menghadirkan koneksi tanpa henti, tetapi pada saat yang sama banyak orang merasa semakin jauh dari dirinya sendiri.
Lemahnya penyerapan tenaga kerja berubah menjadi persoalan kualitas lulusan, serta pekerjaan yang rentan berubah menjadi persoalan kemampuan individu untuk beradaptasi. Menyempitnya basis produktif ekonomi berubah menjadi persoalan perguruan tinggi yang dianggap usang.
Penderitaan yang meluas akibat kapitalisme menuntut kita untuk mengorganisir harapan melalui perjuangan kolektif; hanya dengan cara itulah kita dapat membangun masa depan di mana martabat manusia mengungguli motif keuntungan yang destruktif.

Artikel

Ketua Mao dan Kontradiksi

Kuliah Mao tentang kontradiksi ditujukan untuk menghalau cara berpikir idealis yang empiris dan dogmatis di dalam partai kala itu.

Lupa Aturan Main

Berapa kali negara dinyatakan salah di depan hukum dan tetap jalan dengan kebijakannya?

Stalin Lenin

Partainya Lenin, Katanya Stalin

Karena kapitalisme berkembang pesat dan hampir selalu selangkah di depan, maka proletariat wajib senantiasa sanggup menghimpun kekuatan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.