Artikel

Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda memperbesar peran negara dan militer dalam perekonomian, sementara krisis ekonomi yang semakin parah memperuncing persaingan antara Sukarno, PKI, militer, dan kekuatan-kekuatan politik lainnya.
Bertahan dari penggusuran belum cukup untuk mewujudkan reforma agraria perkotaan tanpa pelembagaan hak dan perubahan struktur penguasaan tanah.
Tidak sedikit pekerja yang harus menghabiskan tiga hingga empat jam untuk perjalanan pulang-pergi menggunakan KRL, TransJakarta, MRT, maupun angkutan pengumpan lainnya. Perjalanan panjang semacam ini bukan lagi pengalaman segelintir orang.
Konsolidasi politik Indonesia pada 1950-an hingga awal 1960-an, kebangkitan PKI dan mobilisasi massa, hingga upaya Sukarno menempatkan Indonesia sebagai kekuatan antikolonial di tengah Perang Dingin.

Artikel

Omong Kosong “Free Speech” Elon Musk

Banyak kritikus menganggap Elon Musk sebagai penyokong kebebasan berbicara yang terlalu bersemangat. Namun, ketika memperbolehkan opini-opini kaum Kanan muncul lagi di Twitter, Musk justru menyensor suara kaum Kiri.

Kita Butuh Pesepak Bola Kiri seperti Sócrates

Selama dekade 1970-an dan 1980-an, pesepak bola asal Brasil, Sócrates, menggunakan olahraga untuk menantang kediktatoran militer dan memperjuangkan demokrasi. Kita butuh pesepak bola seperti itu sekarang.

Mitos Kebersamaan dalam Acara Informal di Jawa

Semua kegiatan informal, dalam perspektif kulturalis, digambarkan sebagai bentuk “solidaritas”, ”kebersamaan”, “saling berbagi”, dan “kepedulian”. Namun, dilihat dari perspektif kelas, itu adalah ikatan transaksional yang rapuh antara rakyat kecil dengan kelas di atasnya

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.