1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 66

Paling Sering Dibaca

Pemeliharaan Allah dan Masalah Kejahatan

 Kredit ilustrasi: News   PERNAHKAH Anda bertanya, di mana penyertaan Tuhan saat penderitaan terjadi? Masih cukup jelas ingatan saya ketika pertama kali melakukan wawancara pengalaman

Media Kooperasi, Alternatif di Era Konglomerasi Media?

REFORMASI 1998 tidak banyak mengubah struktur pasar media yang sudah terbentuk. Kebebasan pers di era transisi demokrasi hanya membuka katup botol yang membuat industrialisasi semakin berkembang pesat. Perselingkuhan logika ekonomi dan politik dalam industri media berujung konsentrasi kepemilikan. Vincent Mosco dalam The Political Economy of Communication (2009) menggunakan istilah spasialisasi untuk menjelaskan gerak konglomerasi media ini. Sebagaimana disebutkan Mosco, spasialisasi dalam konsentrasi kepemilikan media mengambil dua bentuk, horizontal dan vertikal.

Partai Komunis Indonesia

Ketika Nasionalisme Mendahului Kelas Meskipun PKI sekarang sudah diserak-serakan, aku tetap berkeyakinan kuat  kalau  hanya  waktu,  dan   dalam  proses  sejarah  itu sendiri,  kalau PKI pada

Neoliberalisme (2-Habis)

Pengalaman Indonesia STUDI-STUDI V.R. Hadiz & R. Robison (2006) dan A. Rosser (2002) memberi indikasi bahwa paham neoliberal telah masuk dalam kebijakan sejak rejim Orde

Cornel Simandjuntak Cahaya, Datanglah!

dengan tertunduk di depan angan pusaramu kuserahkan bagi kepeloporanmu Tidak mudah menuliskan riwayat pemuda Siantar, anak terkemuka dari rakyat dan zamannya ini. Kesukarannya karena, pertama-tama, tidak seorang

“Obral” Gelar Akademik

“Obral” gelar akademik adalah ancaman serius bagi integritas dan kredibilitas institusi akademik. Diperlukan reformasi komprehensif untuk memastikan bahwa gelar akademik diberikan berdasarkan pencapaian ilmiah yang tulus, dan bukan karena pengaruh finansial, kepentingan, atau politik belaka.

Marxisme dan Universalia (Bagian I)

Ada yang mengatakan, Marx mengubah dialektika pada tataran ide menjadi dialektika pada tataran realitas. Ada pula yang mengatakan, sementara Hegel membuat pikiran menjadi motor penggerak materi, Marx membuat materi menjadi motor penggerak pikiran. Pernyataan-pernyataan ini tidak keliru. Persoalannya hanyalah bahwa itu kurang lengkap. Apa yang sebetulnya dipertaruhkan dalam pembalikkan tersebut belum terkemukakan secara memadai. Dalam artikel ini, kita akan menunjukkan bahwa dalam kritik Marx atas Hegel, terkandung pokok perdebatan yang sungguh mendasar dan memiliki asal-muasal yang purba dalam sejarah filsafat.

Marxisme Ortodoks: Ketaatan Pada Metode

Kontribusi untuk diskusi tentang epistemologi Marxisme POLEMIK tentang ‘PKS dan Lenin’ baru-baru ini antara Ragil Nugroho, Ted Sprague dan Martin Suryajaya serta debat antara Martin

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.