1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 66

Paling Sering Dibaca

Marxisme dan Kijang Doyok

  MENGENDARAI motor sepulang bekerja di malam hari sembari mendengarkan playlist dari earphone, saya memperhatikan beragam kendaraan bermotor yang berhenti di belakang garis zebra cross

Pendidikan yang Memerdekakan

Foto diambil dari www.dailybruin.com   BERPENDIDIKAN dulu, lalu merdeka. Pemikiran seperti ini tidaklah sepenuhnya benar, malah sejurus mengarah pada kesesatan berpikir yang cukup akut. Akut

Marxisme dan Dua Kebudayaan Filsafat Kontemporer (Bagian II)

Marx, seperti kita ketahui, adalah seorang Jerman yang lebih banyak menghabiskan hidupnya di Inggris. Cara pandangnya terpengaruh oleh Hegel, tetapi ini ia artikulasikan secara bertanggung-jawab lewat studi empiris ekonomi-politik yang dipelajarinya di Inggris. Dalam arti itu, bisa dikatakan bahwa Marx adalah anak tradisi Kontinental sekaligus Analitik. Ia memiliki imajinasi Kontinental ditambah dengan kecermatan Analitik, ambisi menggelora khas Kontinental—untuk ‘menangkap hukum gerak masyarakat,’ begitu katanya—sekaligus ketekunan bak akuntan yang mencirikan tradisi Analitik. Ia melihat segala sesuatunya secara holistik dan dialektis layaknya seorang Kontinental, tetapi ia juga siap menganalisinya per bagian secara mendetail dan lebih dari sekadar bersedia mengintegrasikan gagasannya dalam koordinasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan seperti cara kerja tradisi Analitik. Das Kapital adalah buku yang menjadi saksi pertemuan dua kebudayaan itu. Dan materialisme historis adalah visi yang bercorak Kontinental sekaligus Analitik: holistik seperti layaknya filsafat Kontinental, tetapi juga naturalistik seperti layaknya filsafat Analitik. Karl Marx, dengan begitu, dapat dikatakan, merupakan sintesis Kontinental-Analitik pertama pasca-Kant.

Partai Komunis Indonesia

Ketika Nasionalisme Mendahului Kelas Meskipun PKI sekarang sudah diserak-serakan, aku tetap berkeyakinan kuat  kalau  hanya  waktu,  dan   dalam  proses  sejarah  itu sendiri,  kalau PKI pada

Mengapa Gereja Harus Membela Buruh dan Petani?

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   GEREJA itu apolitis. Ini merupakan kesimpulan terpendek jika mengamati fenomena kontemporer gereja-gereja di Indonesia. Lembaga ini seolah tercerabut dari

Cornel Simandjuntak Cahaya, Datanglah!

dengan tertunduk di depan angan pusaramu kuserahkan bagi kepeloporanmu Tidak mudah menuliskan riwayat pemuda Siantar, anak terkemuka dari rakyat dan zamannya ini. Kesukarannya karena, pertama-tama, tidak seorang

Pemeliharaan Allah dan Masalah Kejahatan

 Kredit ilustrasi: News   PERNAHKAH Anda bertanya, di mana penyertaan Tuhan saat penderitaan terjadi? Masih cukup jelas ingatan saya ketika pertama kali melakukan wawancara pengalaman

Pengetahuan dan Ilmu itu Punya Siapa?

Kredit ilustrasi: The Verge SALAH satu dari karakteristik ilmu yang biasanya diterima oleh kalangan akademis adalah sifatnya yang independen dari objek yang diteliti. Pengetahuan yang

Pertukaran dan Sirkulasi

Kredit foto: id-blog.zenrooms.com   MODEL-model biasa ditampilkan sebagai satu bentuk abstraksi dari realitas konkret yang dilambangkan dengan notasi-notasi matematis atau oleh kurva sulat-salit. Keberadaan model-model

Marxisme dan Universalia (Bagian I)

Ada yang mengatakan, Marx mengubah dialektika pada tataran ide menjadi dialektika pada tataran realitas. Ada pula yang mengatakan, sementara Hegel membuat pikiran menjadi motor penggerak materi, Marx membuat materi menjadi motor penggerak pikiran. Pernyataan-pernyataan ini tidak keliru. Persoalannya hanyalah bahwa itu kurang lengkap. Apa yang sebetulnya dipertaruhkan dalam pembalikkan tersebut belum terkemukakan secara memadai. Dalam artikel ini, kita akan menunjukkan bahwa dalam kritik Marx atas Hegel, terkandung pokok perdebatan yang sungguh mendasar dan memiliki asal-muasal yang purba dalam sejarah filsafat.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.