Arus Balik dalam Hidup Pramoedya Ananta Toer
Dalam rangka mengenang almarhum Pramoedya Ananta Toer, kami memuat tulisan Linda Christanty untuk sebuah majalah di Yogyakarta tentang Pram dan karyanya ‘Arus Balik’. (editor) PRIA
Dalam rangka mengenang almarhum Pramoedya Ananta Toer, kami memuat tulisan Linda Christanty untuk sebuah majalah di Yogyakarta tentang Pram dan karyanya ‘Arus Balik’. (editor) PRIA

Bisakah kita mengurangi emisi karbon dengan cepat sambil meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh ekstraksi sumber daya alam?

Pada proyek food estate, instrumen KLHS ‘dipotong’ dengan ditambahi kata ‘cepat’.

Kredit ilustrasi: Managed Programs, LLC KONON kata para warganet bijak pandai nan mahabenar, dalam memilih presiden nanti, jangan pilih orangnya, tapi pilih programnya. Pandangan ini

Sosialisme yang dibangun dari bawah di Kerala rupanya dapat memberikan kebijakan alternatif yang dapat bekerja dengan baik dan memperkuat kapasitas politik rakyat pekerja

Anda mau menang Nobel Ekonomi? Satu syarat wajibnya adalah tidak menantang kemapanan kapitalisme.
PERTANYAANNYA kemudian, ketika Tuhan dilihat sebagai eksepsi, maka eksepsi atas apakah Tuhan? Menurut saya, kredo ‘tiada tuhan selain Tuhan’ mulai harus ditafsirkan secara materialis. Alih-alih tuhan politeis, tuhan (dengan t kecil) yang harus dinegasikan adalah tuhan intervensionis, yang menjamin kehidupan manusia (dan alam) itu sendiri. Tuhan yang berperan di semua aspek kehidupan. Tuhan yang bertindak sebagai, dalam psikoanalisa, yang-lain-yang-besar (Big Other) dengan kapasitasNya untuk mengatur semua hal dalam realitas, dimana ia menjamin semua makna yang ada dalam realitas itu sendiri. Tuhan ini tidak bisa ada, karena memang peranan intervensionis dia di ranah material ada pada hukum alam itu sendiri. Dalam hukum alam, keberadaan tuhan sebagai penguasa pengatur segala memang tidak diperlukan.

Kredit foto: Granma El Ingle, 14 Juni 1961 Kepada yang terhormat, Perdana Menteri DR. Fidel Castro. Saya menulis sedikit catatan kepada Anda, untuk menyatakan bahwa

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) BILL Bigelow, penulis buku “A People History for The Classroom” dan juga guru sejarah di Portland, Amerika Serikat, menulis kisah

Mungkin banyak dari kita yang belum pernah mendengar nama Saut Sitompul, membaca puisi-puisi karyanya, dan atau mendengarkannya mendeklamasikan puisi. Namun tentu banyak dari kita pernah bersua pengamen yang mendeklamasikan puisi entah di bus kota, entah di taman kota yang semakin hilang ke-hips-annya itu, entah di warung tenda pinggir jalan. Terkadang beberapa di antaranya begitu perlu untuk disimak, terkadang memang sekadar menjual bising kemiskinan dan pemberontakan.

Semakin tinggi tingkat ketidakadilan ekonomi, semakin banyak jumlah PRT. Semakin merata ekonominya, semakin sedikit jumlah PRT.

Seperti halnya cerita-cerita Islami lainnya yang menjadi ilustrasi hegemonik bagi ajaran keislaman, cerita Idul Adha dalam bingkai kehidupan Ibrahim menempatkan perempuan sebagai aktor pelengkap saja atau malah menghapuskan peranan mereka sama sekali.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.