
David Hume [3]
JACK Weatherford menulis tentang beberapa “revolusi harga” yang sempat melanda Eropa; sepanjang abad 16 harga-harga di Spanyol melonjak 400 persen, di Inggris, harga-harga naik tiga

JACK Weatherford menulis tentang beberapa “revolusi harga” yang sempat melanda Eropa; sepanjang abad 16 harga-harga di Spanyol melonjak 400 persen, di Inggris, harga-harga naik tiga
SARAS Dewi, pendamping RW, menulis dalam blognya bahwa ketidakadilan yang dialami oleh RW, bahkan dalam proses penegakan hukum, mencerminkan bahwa ‘Kita masih hidup di dalam masyarakat yang phalogosentrik, logika, argumen dan hukumnya masih dikuasai oleh budaya partriarki [sic!)].’ Argumen ini berangkat dari asumsi bahwa sistem patriarki adalah sumber dari permasalahan kekerasan perempuan. Saya akan jelaskan bagaimana pandangan ini tidak cukup untuk menjelaskan permasalahan.

DI PARO kedua 1920an, pasca pembantaian orang-orang komunis oleh Kuomintang, Mao Zedong tak cuma hijrah ke Hunan tapi juga melakukan semacam penelitian empiris. Mao melakukan
PEMIKIRAN Bourdieu tentang selera sebagai putusan estetis cukup menarik. Dikatakan menarik, karena jika selama ini soal putusan estetis hanya lazim berdenyut dalam wacana filsafat (semisal,

DELAPAN Juni ini, Soeharto berulangtahun. Seandainya saja dia tidak mati delapan tahun silam, usianya sekarang 94 tahun. Hidupnya sangat panjang di dunia ini: 86 tahun.

REALITAS bekerja dengan penuh keanehan layaknya fiksi. Dalam pengalaman kita sekarang, misalnya, kita bisa melihat bagaimana pembangunan besar-besaran atas nama profit dan ‘revolusionarisasi alat-alat produksi’ berdampingan dengan kemiskinan akut dan deprivasi besar-besaran nilai-nilai kemanusiaan. Ketika apropriasi akumulatif untuk meningkatkan keuntungan kelas kapitalis, hal itu mensyaratkan pengurangan masif kualitas hidup mayoritas rakyat pekerja. Dalam ketegangan ini maka fiksi menjadi sangat operasional. Fiksi berfungsi sebagai perekat ideologis dalam rangka ‘rasionalisasi atas irasionalitas dari sistem yang irasional,’ yang berfungsi untuk memastikan bahwa sistem yang kontradiktif dan berlaku masih dapat berjalan sebagaimana biasanya. Di sini kita akan menemukan bagaimana fiksi, sekaligus karya-karya fiksi, justru menjadi pelayan ideologis dari status quo serta kekuasaan kapitalisme itu sendiri.

Kredit ilustrasi: business2community.com SEJUJURNYA, saya bingung terhadap kepanikan bahwa perkembangan disruptif dari revolusi teknologi digital, IoT (internet of things), algoritma, komputasi awan, AI (kecerdasan

DALAM beberapa dasawarsa terakhir, diskusi soal kategori “ruang” dalam teori Marxis dapat perhatian yang signifikan. Hal ini bukan saja disebabkan oleh berlimpahnya literatur-literatur mengenai tema

Pariwisata berdiri di atas fondasi ekonomi kapitalis, ditujukan untuk memaksimalkan keuntungan melalui komodifikasi dan penciptaan objek konsumsi. Pariwisata juga terikat dengan sistem privatisasi yang menjadi instrumen peminggiran sekaligus perampas sumber daya material kelas marginal.

Muhammad Hafidh Ma’ruf, Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia dan anggota Serikat Mahasiswa Progresif (Semar) UI Mustahil memahami Marxisme atau menghadirkan gambaran komplet atasnya tanpa

Milan Kundera kerap dituding mundur dari aktivitas politik dan mengabdikan hidup sekadar demi sastra. Dia memang menegaskan tidak akan menulis sastra yang memiliki komitmen politik. Tapi justru karena itulah kita perlu membaca lagi karyanya.

PER TANGGAL 5 Januari 2015, sebanyak 400 buruh di pabrik sepatu olahraga PT. Nikomas Gemilang, divisi Puma, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap dengan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.