1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 62

Paling Sering Dibaca

Marxisme dan Vo Nguyen Giap

“…Giap sadar betul bahwa peperangan jangka panjang ini tak mungkin dimenangkan hanya dengan ide-ide dan perut yang kelaparan.”

Militerisme dan Histeria Anti-Komunis

BAGAIMANA memahami sepak terjang para jenderal penentang simposium 65, yang kemudian bikin gaduh dan bekerjasama dengan para ormas preman untuk menjalankan histeria anti-komunis? Dan mengapa

Rosa Luxemburg: Sang Pedang Revolusi

Kehidupan perempuan yang sanggup berdiri tegak menjulang di antara barisan para raksasa pemikir sosial demokratik yang didominasi laki-laki itu harus berakhir tragis. Setahun setelah revolusi Bolshevik yang dengan gemilang meledak di Rusia, rezim fasis Hitler menamatkan riwayatnya. Tengah malam, di bulan Januari 1919, setelah menjalani perburuan panjang, beserta Wilhelm Pieck dan Karl Liebknecht, — kawan-kawannya– ia ditangkap tentara Jerman. Dalam perjalanan ke penjara, mereka disiksa habis-habisan. Batok kepala Luxemburg dihantam dengan popor senjata, remuk. Belum selesai di situ, kepala perempuan yang sarat pikiran-pikiran radikal ini dihujani berpuluh-puluh peluru.

Mencicipi Selera Estetik ala Pierre Bourdieu

PEMIKIRAN Bourdieu tentang selera sebagai putusan estetis cukup menarik. Dikatakan menarik, karena jika selama ini soal putusan estetis hanya lazim berdenyut dalam wacana filsafat (semisal,

Kala Estetika Didekap Kapitalisme

Kapitalisme digital tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga bentuk baru keterasingan. Jika dalam kapitalisme klasik manusia terasing dari hasil kerjanya, maka dalam bentuk paling mutakhir ini ia tereksploitasi dan terasing dari pengalaman hidupnya sendiri.

Ken Budha Kusumandaru: Bertutur tentang Perjuangan Lewat Fiksi Fantasi!

REALITAS bekerja dengan penuh keanehan layaknya fiksi. Dalam pengalaman kita sekarang, misalnya, kita bisa melihat bagaimana pembangunan besar-besaran atas nama profit dan ‘revolusionarisasi alat-alat produksi’ berdampingan dengan kemiskinan akut dan deprivasi besar-besaran nilai-nilai kemanusiaan. Ketika apropriasi akumulatif untuk meningkatkan keuntungan kelas kapitalis, hal itu mensyaratkan pengurangan masif kualitas hidup mayoritas rakyat pekerja. Dalam ketegangan ini maka fiksi menjadi sangat operasional. Fiksi berfungsi sebagai perekat ideologis dalam rangka ‘rasionalisasi atas irasionalitas dari sistem yang irasional,’ yang berfungsi untuk memastikan bahwa sistem yang kontradiktif dan berlaku masih dapat berjalan sebagaimana biasanya. Di sini kita akan menemukan bagaimana fiksi, sekaligus karya-karya fiksi, justru menjadi pelayan ideologis dari status quo serta kekuasaan kapitalisme itu sendiri.

Ihdinash Shirath al-Mustaqiim

SETIAP shalat 5 waktu dan shalat-shalat Sunnah, kita diwajibkan untuk membaca Surah Al-Fatihah. Karena ini ayat yang diamalkan setiap shalat, tentu saja sejak kecil kita

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.