Belakangan ini ada sekelumit persoalan tentang kesusastraan yang terus menghantui saya setiap kali membaca karya sastra. Maklum saya sendiri tak fasih dalam sastra, juga agak kurang berbudaya. Oleh karena itu, saya mohon kepada para pembaca sekalian agar sudi mencerahi budi saya perihal sastra dengan menjawab persoalan yang disebut di muka.
Beberapa persoalan yang dimaksud baru akan mengemuka setelah sedikit kerja praktikum berikut. Pertama-tama, saya akan sekenanya mengambil salah satu karya sastra. Nah, karya yang terambil adalah sajak “Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi” buah karya Goenawan Mohamad. Berikut saya tik ulang teksnya.