
Pertanyaan Panduan Das Kapital
BERIKUT terlampir terjemahan pertanyaan-pertanyaan panduan yang terdapat di buku “Understanding Capital: A Guide to Volume I” (1978) karangan John Fox & William Johnston dari York

BERIKUT terlampir terjemahan pertanyaan-pertanyaan panduan yang terdapat di buku “Understanding Capital: A Guide to Volume I” (1978) karangan John Fox & William Johnston dari York

Bagi Einstein, produksi dalam kapitalisme bukanlah untuk kemanfaatan, namun untuk keuntungan kapitalis.

Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?

SETELAH lebih dari tiga dekade Marxisme sebagai ilmu pengetahuan dihancurkan secara vulgar dan sistematis, kini perlahan tapi pasti ia kembali menyeruak ke permukaan. Ditandai dengan maraknya diskusi dan penerbitan buku yang berkaitan dengan tema ini. Kebangkitan kembali ini bukan hanya dimaksudkan untuk meramaikan iklim kebebasan terbatas saat ini, tapi sekaligus untuk menjelaskan relevansi dan posisi Marxisme di hadapan aliran pemikiran kontemporer yang dominan di Indonesia. Dalam konteks inilah, buku Materialisme Dialektis: Kajian tentang Marxisme dan Filsafat Kontemporer yang ditulis pelajar filsafat, Martin Suryajaya, terbit pada saat yang tepat.

Kredit ilustrasi: Study.com Kawan-kawan, KALI ini saya akan bercerita tentang salah satu konsep penting dalam Marxisme, yakni konsep alienasi (keterasingan). Catatan sistematis pertama tentang

Pengantar SEMUA perempuan tertindas sebagai perempuan, dan penindasan itu bukanlah takdir sejarah. Itulah makna paling penting dari pernyataan terkenal Simone de Beauvoir, “One is not
“Sejarah seluruh umat manusia adalah sejarah perjuangan kelas.” KALIMAT SINGKAT, padat, dan tegas yang tertera pada bagian I Manifesto ini merupakan kata kunci dalam memahami

BAGI saya yang termasuk dalam generasi yang masa Sekolah Dasarnya masih bersinggungan dengan urusan butir-butir Pancasila, menghafal peta Indonesia bisa jadi lebih mudah dari anak-anak

Kredit ilustrasi: http://anaylsurydlaver.blogspot.com SESUNGGUHNYA, bukanlah hal yang baru membahas hubungan erat antara pendidikan dengan kapitalisme maupun neoliberalisme. Terutama bagaimana tujuan pendidikan berusaha untuk membentuk

Sikap apa yang mesti diambil kaum sosialis untuk merespon konflik Ukraina dan Rusia?

Kredit foto: Berdikari Online GERAKAN perempuan di Indonesia tumbuh pada awal abad 20 ketika sekolah modern didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda, dan organisasi modern

Persaingan terus-menerus untuk mendapatkan kekuasaan serta negosiasi di antara para elite anti-demokrasi adalah penghalang bagi kembalinya pemerintahan otoriter ke Indonesia, meskipun Prabowo menang pemilihan presiden.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.