Pertanyaan Panduan Das Kapital

Print Friendly, PDF & Email

BERIKUT terlampir terjemahan pertanyaan-pertanyaan panduan yang terdapat di buku “Understanding Capital: A Guide to Volume I” (1978) karangan John Fox & William Johnston dari York University. Pertanyaan-pertanyaan yang hadir adalah hasil dari rangkaian diskusi-diskusi tatap muka membaca jilid pertama Das Kapital yang diselenggarakan oleh klub studi kedua penulis, Institut Marxis Toronto, setelah kegagalan-kegagalan inisiatif individual.

Daftar pertanyaan ini disusun dengan tidak mengikuti alur penyajian pengarang Das Kapital, Karl Marx. Bab I, seksi 1 & 2 hanya akan dikunjungi sekilas melalui dua pertanyaan kunci untuk melompat ke Bab IV yang membahas rumus umum kapital. Ini adalah pola membaca paling ramah bagi kita yang baru berkenalan dengan sang buku tebal. Contoh-contoh dan nomor halaman yang ada telah sedikit disesuaikan dan dicocokkan dengan edisi Bahasa Indonesia, meski tentu edisi berbahasa asing tetap dapat digunakan. Kawan-kawan yang menemukan ide, gagasan, ingin berdiskusi atau menemukan kesulitan dalam memahami pertanyaan-pertanyaan dapat berkorespondensi ke sini [link ke klubstudibaru@gmail.com]

 

Bab I, Seksi 1 dan 2

  • Apakah perbedaan antara nilai-guna, nilai-tukar dan nilai
  • Apakah perbedaan antara kerja abstrak dan kerja kongkrit

 

Bab IV

4.1 Apakah yang menjadi batas-batas inheren dari sirkulasi sederhana komoditas? dan apa itu sirkulasi uang sebagai kapital?

4.2 Apakah tujuan mendasar sirkuit C-M-C dan M-C-M? apa tujuan subjektif yang terkait dengan masing-masing sirkuit tersebut?

 

Bab V

5.1 Apakah yang menjadi kontradiksi dalam rumus umum kapital?

5.2 Mengapa sirkulasi kapital tidak bisa menjadi sumber nilai-lebih?

5.3 Apakah kekeliruan mendasar yang ada di balik pernyataan bahwa “sirkulasi komoditas merupakan sumber nilai-lebih”?

 

Bab VI

6.1 Mengapa Marx mengatakan bahwa dalam nilai tenaga-kerja terkandung faktor historis dan moral? apa yang menentukan nilai tenaga-kerja?

6.2 Keadaan apa yang dibutuhkan untuk proses jual-beli tenaga kerja menjadi proses sosial yang berlaku secara umum?

6.3 Apakah kekhasan dari tenaga-kerja sebagai komoditas?

6.4 Mengapa Marx membedakan antara kerja dan tenaga kerja?

6.5 Ditarik dari materi di Bab IV sampai VI, jelaskan bagaimana uang sebagai penyimpan nilai menjadi kapital yang sanggup memperluas dirinya, dan apa itu kapital?

 

Bab VII

Seksi 1

7.1 Mengapa Marx mengaitkan antara proses kerja dengan produksi nilai-guna? Apa unsur-unsur mendasar dari proses kerja?

7.2 Karakteristik apa yang menjadi ciri khas dari proses kerja kapitalistik?

Seksi 2

7.3 Bagaimana nilai dari suatu komoditas ditentukan?

7.4 Tunjukkan bagaimana perbedaan antara nilai-guna dan nilai komoditas tenaga-kerja menghasilkan penciptaan nilai-lebih. Beri contoh.

7.5 Dalam contoh Marx, bagaimana kumparan benang ditunjukkan sebagai bagian pokok dari beberapa helai benang, meskipun benang itu sendiri tidak mengandung unsur baja?

7.6 Jelaskan makna dari kalimat berikut ini: “kita kini mengetahui perbedaan antara kerja….produksi komoditas kapitalis” (hal. 189)

 

Bab VIII

8.1 Apakah kapital konstan dan kapital variabel itu? Mengapa Marx menggunakan istilah ‘konstan’ dan ‘variabel’?

8.2 Bagaiman pembedaan antara kerja abstrak dan kerja konkret terkait dengan pembedaan antara kapital konstan dan kapital variabel?

 

Bab IX

9.1 Berikut ini adalah contoh hipotesis yang bermaksud untuk menambah pemahaman dalam hubungan-hubungan diantara istilah dalam teori Marx:

(a) Misalkan seorang kapitalis menanamkan Rp 20.000.000 dalam kapital konstan dan Rp 10.000.000 di kapital variabel. Jika jumlah nilai-lebih adalah 50%, dan misalkan bahwa seluruh kapital konstan dipakai dalam produksi berapa total nilai komoditas yang diproduksi?

(b) Jika seorang kapitalis menginvestasikan Rp 3.000.000 dalam kapital konstan, Rp 4.000.000 dalam kapital variabel dan jika pekerjanya memproduksi komoditas seharga Rp 8.000.000 berapa tingkat nilai-lebih nya? Jika hari kerja berdurasi 12 jam, nyatakan tingkat nilai-lebih dalam hitungan waktu.

9.2 Apakah yang dimaksud waktu kerja perlu dan waktu kerja lebih.

9.3 Kekeliruan apa yang dilakukan Nassau Senior dalam analisanya akan profit/laba?

 

Bab X

10.1 Kerjakan contoh berikut

  1. Jika tingkat nilai-lebih adalah 200% dan waktu kerja-perlu adalah empat jam, berapa lama hari kerjanya?
  2. Andaikan waktu kerja-perlu adalah enam jam dan panjang hari kerjanya adalah 12 jam. Jika, hari kerja menyusut menjadi sembilan jam karena adanya perjuangan kelas, berapa banyak tingkat nilai-lebihnya berubah?

10.2 Mengapa undang-undang pengaturan panjangnya hari kerja di Inggris bisa dipilah ke dalam dua periode? Apa kodrat/sifat-dasar dari dua pemilahan ini?

10.3 Apa saja dua ‘hak’ yang terkandung dalam perjuangan atas panjangnya waktu-kerja?

10.4 Ringkaskan penggambaran Marx hal-ihwal undang-undang pabrik.

 

Bab XI

11.1 Apakah kaitan antara tingkat dan massa nilai-lebih ?

11.2 Faktor-faktor apa saja yang menentukan kapital minimal yang dibutuhkan dalam investasi di suatu lingkup produksi tertentu ?

 

Bab XII

12.1 Bedakan antara nilai-lebih absolut dan nilai-lebih relatif

12.2 Marx memulai bagian IV dengan “konsep nilai-lebih relatif” dan kemudian melangkah ke bab “kooperasi”, “pembagian kerja”, dll. Apakah urutan ini memberitahukan kita sesuatu tentang metode penyajiannya?

12.3 Mengapa kapitalis-kapitalis perseorangan terdorong untuk meningkatkan produktivitas pekerja melalui inovasi?

12.4 Misalkan seorang kapitalis menanamkan Rp 6.000.000 dalam kapital konstan dan Rp 3.000.000 dalam kapital variabel dalam tingkat nilai lebih sebesar 100%, untuk memproduksi 1.200 barang dengan nilai Rp 10.000 satunya. Sekarang bayangkan bahwa dengan investasi yang sama dalam kapital konstan dan kapital variabel, sang kapitalis menggandakan produktivitas pekerjanya: (a) Berapa nilai sosial dari produk baru tersebut? (b) Berapa nilai satuannya? (c) Jika produk dijual sesuai nilai sosialnya, berapa tingkat nilai-lebihnya? (d) Akankah produk dijual di nilai sosialnya? (e) Apa yang terjadi ketika kenaikan produktivitas ini di samaratakan lewat industri?

12.5 apa hubungan antara nilai tenaga-kerja pekerja dengan produktivitasnya? Bagaimana hubungan ini masuk ke dalam formasi nilai-lebih relatif?

 

Bab XIII

13.1 Apakah yang dimaksud Marx dengan ‘kooperasi sederhana’?

13.2 Jelaskan bagaimana kooperasi sederhana menghasilkan peningkatan nilai-lebih relatif?

13.3 Apakah dua aspek berbeda dari kendali kapitalis atas produksi dan dari apa keduanya muncul?

13.4 Mengapa dalam peningkatan produktivitas terkait dengan kooperasi muncul sebagai fungsi kapital?

 

Bab XIV

14.1 Dengan cara apa manufaktur mengembangkan nilai-lebih relatif?

14.2 Bagaimana ciri teknis manufaktur menyebabkan sejumlah minimum kapital yang harus ada di tangan setiap kapitalis meningkat?

14.3 Halangan apa yang mencegah perkembangan penuh dari kecenderungan khas dari manufaktur?

14.4 Bagaimana pembagian kerja manufaktur membikin pekerja hanya kepingan dari tubuhnya sendiri?

14.5 Bedakan antara pembagian kerja dalam masyarakat dengan pembagian kerja dalam pabrik. Apa dampak pertumbuhan pembagian kerja manufaktur terhadap pembagian kerja sosial?

 

Bab XV

15.2 Dalam bab ini Marx menggambarkan sebuah cara produksi baru dalam perkembangan kapitalisme dan mencirikan dampak dari perubahan ini. Gambarkan garis besar perubahan-perubahan sosial dan ekonomi yang dihasilkan peralihan dari industri manufaktur ke industri modern.

Seksi 1

15.3 Jelaskan bagaimana kooperasi sederhana manufaktur muncul kembali dalam pabrik dan bagaimana pembagian kerja manufaktur muncul kembali dengan susunan lebih tinggi di pabrik.

Seksi 2

15.4 Apakah batas-batas pertimbangan dari penggunaan permesinan dalam kapitalisme?

15.5 Bedakan antara nilai permesinan dan nilai yang dialihkan oleh permesinan ke dalam produk.

15.6 Apakah kontradiksi internal dalam penggunaan permesinan untuk produksi nilai-lebih relatif? Bagaimana kontradiksi itu mewujud.

Seksi 3

15.7 Apakah sifat dasar dari pembedaan antara peningkatan produktivitas dan peningkatan intensitas kerja?

15.8 Bagaimana kerja diintensifkan? apakah peningkatan dalam intensitas kerja memurahkan komoditas, menaikan tingkat nilai-lebih, dan meningkatkan massa nilai-lebih?

Seksi 4

15.9 Telusuri pemisahan kekuatan intelektual produksi dari kerja manual dalam kooperasi sederhana melalui perkembangan manufaktur ke industri permesinan modern.

15.10 Jelaskan mengapa pembalikan perkakas kerja memerlukan realitas teknis dan gamblang semenjak awal dalam sistem pabrik.

Seksi 6

15.11 Mengapa Marx mengkritik teori kompensasi?

 

Bab XVI

16.1 Apa yang dimaksud dengan ungkapan “sebuah cara produksi kapitalis yang spesifik”?

16.2 Bagaimana kapitalisme menanamkan kekhasan kepada konsep kerja produktif dan bagaimana konsep ini berubah sejalan dengan berkembangnya kapitalisme?

16.3 Apakah perbedaan antara penundukan (subordinasi) kerja kepada kapital secara formal dan secara nyata/riil?

 

Bab XVII

17.1 Bagaimana panjangnya waktu kerja, intensitas kerja, dan produktivitas kerja menentukan nilai-lebih dan nilai tenaga-kerja?

 

Bab XVIII

18.1 Mengapa penting untuk membedakan tingkat nilai-lebih (s/v) dari rasio nilai-lebih terhadap nilai yang tercipta (s/v+s)?

 

Bab XIX

19.1 Sekali lagi, Marx membuat perbedaan antara esensi dan penampilan dan menghubungkan perbedaan ini kepada konsep ilmu pengetahuan. Kembangkan sebisa mungkin, konsep Marx mengenai ilmu pengetahuan berdasar bagian berikut ini:

  1. “Sementara tidak menjadi maksud kita di sini ……yang tidak dapat ditangkap oleh pancra indera.” (hal 326-327)
  2. “Dalam pernyataan: “nilai kerja”,……kecuali ekonomi-politik (hal 584)
  3. “Oleh karena itu kita dapat mengerti….dari ekonomi vulgar” (hal 588)

19.2 Apakah dilema ekonomi-politik klasik terkait dengan teori upah? Bagaimana Adam Smith dan Ricardo mencoba selesaikan kontradiksi tersebut? Apa solusi dari Marx?

19.3 Beri alasan mendasar untuk tampilan luar dan konsep umum bahwa upah adalah harga kerja. Bandingkan bentuk-bentuk eksploitasi dalam masyarakat perbudakan, feodal, dan borjuis dan cara-cara menyembunyikan atau mengungkap eksploitasi.

 

Bab XX

20.1 Apakah hubungan antara harga kerja dan nilai tenaga-kerja? Mengapa Marx lebih memilih istilah “harga kerja” ketimbang “nilai kerja”?

 

Bab XXI

21.1 Mengapa pekerjaan yang dibayar menurut hasil yang dikerjakan (kerja satuan) begitu cocok dengan cara produksi kapitalis?

 

Bab XXII

22.1 Apakah tujuan yang disediakan oleh bab ini? Mengapa hal tersebut muncul dalam teks di titik ini?

22.2 Apakah konsekuensi dari variasi-variasi internasional dalam intensitas dan produktivitas kerja?

 

Bab XIII

23.1 Bagaimana pengetahuan kita bahwa kapitalisme adalah sistem yang mereproduksi dirinya sendiri dapat membuat kita lebih memahami produksi kapitalis?

23.2 Apakah yang dimaksud Marx dengan reproduksi sederhana?

 

Bab XXIV

24.1 Jelaskan bagimana kapital tercipta diluar kapital. Apa yang memungkinkan terjadinya perluasan reproduksi (akumuasi kapital) ?

24.2 Di luar dari sifat-dasar aslinya, mengapa hubungan pertukaran antara kapital dan kerja nampak memiliki kemiripan?

24.3 Bagaimana bisa kapitalis meningkatkan akumulasi tanpa mengubah konsumsinya sendiri?

24.4 Jelaskan tentang konsep dana kerja dan tunjukan kelemahan konsep tersebut dalam memahami besaran-besaran relatif laba dan upah

 

Bab XXV

25.1 Apa hukum umum akumulasi kapitalis itu?

Seksi 1

25.2 Apakah susunan nilai dan susunan teknis dari kapital itu? Bagaimana keduanya ini berhubungan dengan susunan organik kapital?

25.3 Mengapa Marx memeriksa keadaan tak nyata dari tidak berubahnya susunan-organik kapital? Perputaran upah seperti apa yang terjadi dalam keadaan tetapnya susunan-organik kapital?

Seksi 2

25.4 Mengapa susunan teknis kapital mengalami perubahan yang lebih hebat dibanding susunan-nilai dalam perkembangan kapitalisme?

25.5 Bagaimana perkembangan dari produktivitas kerja sosial merupakan pengungkit akumulasi paling kuat?

25.6 Bedakan antara sentralisasi dan konsentrasi kapital

Seksi 3

25.7 Jelaskan bagaimana perkembangan produktivitas kerja sosial mempengaruhi pekerjaan

25.8 Bagaiman Malthus dan pengikutnya mengelirukan hukum-hukum yang mengatur pergerakan umum upah dengan hukum distribusi populasi kerja antara bidang-bidang produksi yang berbeda?

Seksi 4

25.9 Apakah kelebihan penduduk relatif itu? Bentuk-bentuk perbedaan seperti apa yang dimiliki oleh kelebihan penduduk ini?

Seksi 5

25.10 Apakah sisa bab ini mendukung teori peningkatan pemiskinan dari kelas pekerja dalam hal materil?

 

Bab XXVI dan XXVII

26.1 Mengacu pada apakah akumulasi primitif itu?

26.2 Bagaimana pengambilalihan penduduk agrikultur menciptakan pra-kondisi bagi kemakmuran kapitalistik?

 

Bab XXVIII

28.1 Mengapa pengaturan perundang-undangan menjadi kondisi yang dibutuhkan oleh kapitalisme di masa-masa awal perkembangannya?

 

Bab XXIX dan XXXI

29.1 Jelaskan perbedaan proses dan kecepatan perkembangan kapital pada masa agrikultur dan industri

 

Bab XXX

30.1 Bagaimana pemisaan produsen agraris dari alat-alat produksinya mempengaruhi perkembangan manufaktur?

30.2 Apakah artinya bahwa alat-alat subsistensi menjelma menjadi unsur-unsur materil dari kapital variabel?

 

Bab XXXII

32.1 Seperti apa kecenderungan historis dari akumulasi kapitalis?

32.2 Bagaimana cara produksi kecil ikut memajukan proses dari perkembangan kapitalis?

 

Bab XXXIII

33.1 Bagaimana usulan yang dibawa Wakefield berkenaan tentang perkembangan kapitalis di negeri-negeri jajahan?

33.2 Peran apa yang dimainkan oleh bab terakhir ini berkaitan dengan eksposisi Marx?

 

Bab I

Seksi 1

  • Uraikan bagaimana, dalam masyarakat kapitalis, nilai-guna merupakan tempat penyimpan nilai-tukar
  • Bedakan antara nilai dan nilai-tukar
  • Apakah nilai dan nilai-guna terhubung secara tak terpisahkan? Bisakah keduanya berada dalam sebuah komoditas tanpa satu sama lain?
  • Jelaskan arti “secara sosial” dalam istilah “waktu kerja yang dibutuhkan secara sosial”.

Seksi 2

  • Apa saja dua aspek dari kerja? Apakah terdapat kontradiksi di dalam keduanya?
  • Mengapa pembagian kerja menjadi prasyarat untuk produksi komoditas? Apakah setiap pembagian kerja secara sosial menghasilkan produksi komoditas?
  • Bisakah kemakmuran materiil meningkat disaat besaran nilai menurun?

Seksi 3

  • Apa sajakah berbagai bentuk dari nilai yang dipertimbangkan oleh Marx disini? Mengapa dia menyebut nilai-tukar sebagai ‘bentuk nilai’

Seksi 4

  • Mengapa Marx mengatakan “hubungan-hubungan sosial antara kerja-kerja perseorangan mereka tampil sebagaimana adanya , yaitu tidak sebagai hubungan-hubungan sosial langsung antara pribadi-pribadi di dalam pekerjaan mereka, melainkan lebih sebagai hubungan-hubungan material/kebendaan antara pribadi-pribadi dan hubungan-hubungan sosial antara benda-benda.” (hal.43-44). Tidakkah dia berpendapat bahwa ini hanya penampakan yang menyembunyikan kenyataan hubungan-hubungan sosial antar orang-orang?
  • Jelaskan sifat dasar hubungan antara hubungan-hubungan sosial dan kerja dalam masyarakat feodal, masyarakat kapitalis, dan masyarakat sosialis?
  • Apa fetisisme komoditas itu dan apa asal-mula dari fetis?

 

Bab III

2.1 Mengapa pertukaran dari nilai-guna berkembang menjadi pertukaran produk kerja sebagai nilai, dan mengapa komoditas harus berwujud nilai sebelum dia berwujud menjadi nilai-guna?

2.2 Apa saja langkah-langkah dalam perubahan produk dari kerja menjadi komoditas? Dalam proses ini, di titik mana fetisisme muncul dan bagaimana fetisisme tersebut pertama kali mewujudkan dirinya?

2.3 Apakah yang dimaksud Marx ketika dia menulis “tetapi proses yang sama tidak dapat secara serentak dilakukan bagi semua pemilik komoditas baik perseorangan dan sosial secara eksklusif maupun umum”? (hal.59) Bagaimana pertukaran terganggu oleh kontradiksi ini? Bagaimana masalah ini dipecahkan dalam praktiknya?

 

Bab III

3.1 Hubungan seperti apa yang diungkapkan oleh besaran nilai?

3.2 Apakah hubungan antara nilai dan harga?

3.3 Perbedaan fungsi-fungsi seperti apa yang ditunjukan oleh uang?***


comments powered by Disqus