1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 254

Paling Sering Dibaca

Marah

Sebuah cerpen AKU sudah berkali – kali memikirkan ini sendiri ataupun berdiskusi dengan teman-teman yang lain sesama seniman di organisasi tempat aku belajar dan bernaung

Aku Ingin Melihatnya Menangis*

CERITA PENDEK IA tak pernah menangis. Tidak saat suaminya hilang, tidak saat ia diseret ke meja interogasi bersama bayinya yang masih merah, tidak juga saat berbagi

Lautan Solidaritas di Montreal

Memahami Gerakan Perlawanan Publik untuk Pendidikan Murah PADA AKSI MENENTANG G20-TORONTO lalu, saya mengenakan kain merah bersegi empat-berpeniti emas itu. Sejak itu pula ikon ini

TKI On Sale: Bukan Hanya Soal Brosur Tempel

HANYA karena selebaran brosur tempel, hubungan Indonesia-Malaysia beberapa hari belakangan jadi gonjang-ganjing. Musababnya terletak pada apa yang diiklankan brosur tersebut. Tak seperti brosur-brosur tempel di

Edisi XXIII/2014

Salah satu ilusi terbesar yang masih diidap oleh kalangan Kiri yang mendaku dirinya ‘revolusioner’ adalah masih adanya kepercayaan bahwa untuk melakukan intervensi politik, maka prakondisi

Musibah Transportasi Publik

MUSIBAH dan bencana bukan hal yang dapat ditiadakan dalam kehidupan masyarakat dalam sepanjang sejarah. Demikian pula yang kita alami dan saksikan di penghujung akhir tahun

Buruh

Ada beda penting nasib kaum PRT (pembantu rumah tangga) yang bekerja di negeri seperti Malaysia dan Singapura dari mereka yang di Jawa. Ini bukan soal

Pertanian, Batu Sandungan WTO

ORGANISASI Perdagangan Dunia (WTO), untuk kesekian kalinya, kembali gagal mencapai kesepakatan pada pertemuan G4 di Postdam, Jerman (Juni 2007). Dan seperti pada kegagalan sebelumnya, penyebabnya

Statistik Ekonomi yang Membingungkan

“Wah, sekarang sudah ramai ya! Sepeda motor dan mobil kini berseliweran di desa ini,” kata seseorang yang sudah lama tidak pulang ke kampung halamannya kepada teman lamanya di kampung itu. Temannya lalu mengiyakan, dan bersyukur bahwa kampungnya kini sudah maju. Bahkan, kadang-kadang jalanan macet.

Di mana-mana di Indonesia, kepadatan lalu lintas juga meningkat. Kata orang, ini pertanda kemajuan perekonomian. Di kota besar seperti Jakarta, kemacetan menjadi bahasa setiap saat. Kita pun sering mengeluhkan kemacetan ini. Padahal, menurut “ilmu” tadi, kemacetan ini pertanda makin banyaknya kendaraan bermotor di Indonesia. Kemudian, makin banyaknya kendaraan bermotor adalah pertanda makin majunya perekonomian. Maka, kalau suatu ketika kita terjebak dalam kemacetan yang parah di Jakarta, daripada marah-marah menghabiskan tenaga, kita ucapkan syukur saja bahwa ekonomi Jakarta ternyata telah tumbuh dengan pesat.

Tak Ada Yang Disebut Kecelakaan

BENCANA  Tokyo beberapa hari belakangan ini, begitu menyita perhatian warga dunia. Gempa 8,9 skala richter yang berujung pada ledakan beberapa reaktor Nuklir Fukushima Daiichi, menambah

Kudeta Elemen Non-Aparat Negara

Sejumlah penelitian, misalnya dari Wahid Institute dan Setara Institute, menyebutkan setidaknya dalam 4-5 tahun terakhir kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia terus tergerus. Laporan Wahid Institute menyatakan, pada 2009 terjadi 121 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama. Kemudian pada 2010 meningkat 7 persen menjadi 184 peristiwa, dan 2011 mencapai 267. Terakhir, pada 2012, terdapat 278 peristiwa.

Hasil penelitian Setara Institute tak jauh berbeda. Disebutkan ada 135 peristiwa pada 2007, yang meningkat menjadi 265 di tahun berikutnya. Sedangkan pada 2009 terdapat 200 peristiwa, lalu 2010 menjadi 216, dan 2011 ada 244. Yang paling baru, pada 2012 terjadi 264 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama.

Sedangkan dari sisi korban, selama 2012 saja, laporan kedua lembaga itu sama-sama menyebutkan umat Kristen/Katolik sebagai yang paling rentan. Disusul oleh aliran keagamaan minoritas, kelompok terduga sesat, Jemaah Ahmadiyah Indonesia, dan pengikut Syiah.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.