Jokowi, Rupiah dan Rezim Masa Lalu
SEJAK pemerintahan baru terbentuk, nilai tukar rupiah terus melanjutkan tren penurunannya yang sudah berlangsung sejak sementer II 2011. Namun tren penurunan belakangan ini paling ekstrem
SEJAK pemerintahan baru terbentuk, nilai tukar rupiah terus melanjutkan tren penurunannya yang sudah berlangsung sejak sementer II 2011. Namun tren penurunan belakangan ini paling ekstrem

SAAT ini, kita menyaksikan adanya kebangkitan politik kelas di Indonesia. Belum lama ini, untuk pertama kalinya pada masa pasca-reformasi, gerakan rakyat berhasil menahan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Perlawanan yang luar biasa ini sampai mempolarisasi (memecah hegemoni) kekuatan-kekuatan politik dari kelas yang berkuasa di parlemen. Kemudian, kita juga melihat kecenderungan penyatuan serikat-serikat buruh reformis yang besar ke dalam sebuah ’blok gerakan buruh’ yang bernama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI). Perlawanan terhadap ’akumulasi primitif’ di wilayah-wilayah agraris oleh kaum tani, masyarakat adat dan warga yang dirampas tanahnya pun semakin menajam dan keras.
Foto diambil dari http://blog.act.id PERHATIAN publik saat ini terfokus pada soal bencana asap yang merajalela dari berbagai lokasi kebakaran hutan – terutama yang terjadi
Ilustrasi oleh Andreas Iswinarto JOKOWI kembali melakukan kocok ulang kabinetnya. Hasilnya dapat dinilai sangat buruk. Bagi kita yang menghendaki adanya perubahan politik yang mendasar,

Daftar isi: Planet of Slums : Reproduksi Pekerja dan Involusi Penduduk Kota Marxisme yang Belum Habis Masanya PROBLEM Kiri Indonesia dalam mempropagandakan gagasan-gagasannya masih
SERATUS tahun yang lalu, jelas siapa lawan kita. Penjajah Belanda. Lahirnya Boedi Oetomo dimaksud untuk melawan penjajahan itu, demikian juga berdirinya Partai Nasionalis Indonesia ataupun
MOMEN peringatan Sumpah Pemuda yang lalu menjadi ajang kampanye elit kaum muda Jakarta. Wacana publik tentang kepemimpinan kaum muda dilontarkan tanpa henti melalui media massa.
Membincangkan Peristiwa G30S 1965, adalah perkara susah-susah-gampang. Peristiwanya sendiri begitu terang-benderang. Ada begitu banyak tafsir, ada begitu tebal kabut yang menyelimutinya. Salah satunya menyangkut peran
SEHARI sebelum pemilihan umum (Pemilu), Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, menulis sebuah kolom di harian The New York Times. Horta mencoba menjelaskan ‘kekalahannya’ dalam
JURNAL Socialism and Democracy, dalam edisi terbarunya (Juli, 2010), menurunkan dua artikel yang sangat menarik dari Raúl Zibechi (Autonomy or New Forms of Dominations?) dan Dario Azzelini (Ten Years of Transformation in Venezuela). Kedua artikel ini memang dimaksudkan untuk merayakan sepuluh tahun Revolusi Bolivarian di Venezuela, yang dipimpin Hugo Chavez, pada Desember 2008 lalu. Keduanya juga memotret hubungan antara gerakan sosial dan pemerintahan kiri di kawasan Amerika Latin saat ini.

BELUM lama ini, pada 25 Agustus 2014, anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 dilantik. Sebagai pembawa mandat warga Jakarta, mereka tentu harus diingatkan untuk menyelesaikan
Sepuluh tahun reformasi tidak menyentuh lembaga intelijen “DEMO anti BBM yang dilakukan oleh mahasiswa ditunggangi,” demikian pernyataan Syamsir Siregar, kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Pernyataan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.