Dunia Ini Bukan Untuk Dijual!
—Mengenal Mitos Perdagangan Bebas dalam World Trade Organization (WTO) “Our world is not for sale, my friend. Just to keep you satisfied. You say you’ll
—Mengenal Mitos Perdagangan Bebas dalam World Trade Organization (WTO) “Our world is not for sale, my friend. Just to keep you satisfied. You say you’ll

Pada tanggal 29 April kemarin, 22 kota di dunia melakukan demonstrasi menuntut dibukanya akses jurnalis internasional ke Papua begitu pula untuk organisasi-organisasi donor/bantuan dan para
SEJARAH tak pernah mengenal kata akhir. Demikian kata Dominick LaCapra. Seolah mengamini kata-kata sejarawan Amerika itu, Peristiwa Gerakan 30 September atau Gerakan 1 Oktober 1965
: P.A.T. Seorang kawan menulis puisi tentangmu aku jadi iri sebab aku pernah berada dalam iring-iringan membela kemanusiaanmu mengutuk tiran yang kuasanya bau mesiu lalu
BERTOLT Brecht dalam In Praise of Communism, menyebut komunisme sebagai ‘it’s just the simple thing. That’s hard, so hard to do:’ suatu hal yang sangat sederhana, (namun) sangat, sangat sulit untuk dilakukan.
Pernyataan Brecht seakan relevan dalam pengalaman kekinian kita. Ketika kini universalisasi kapitalisme dalam rupa neoliberalnya menciptakan banyak kontradiksi sosial di mana-mana, seharusnya tercipta kemudahan bagi kita dalam mengorganisasikan perlawanan, lalu mengeliminasi sistem sosial kapitalis ini. Bahwa rakyat yang tertindas oleh kapitalisme akan mudah berjuang bersama-sama dalam rangka menciptakan masyarakat yang lebih baik. Kenyataannya, Brecht benar: ‘sangat, sangat sulit untuk dilakukan.’ Perjuangan menuju masyarakat yang adil di luar kapitalisme, kini justru menghadapi situasi paling rumit dan kompleks yang tidak pernah ada presedennya. Tidak heran, jika bagi beberapa kalangan, perjuangan untuk menghancurkan kapitalisme merupakan kemustahilan. There is no alternative.
Membincangkan Peristiwa G30S 1965, adalah perkara susah-susah-gampang. Peristiwanya sendiri begitu terang-benderang. Ada begitu banyak tafsir, ada begitu tebal kabut yang menyelimutinya. Salah satunya menyangkut peran
Kami Selalu Ingat! adalah seri wawancara IPTV yang menghadirkan cerita dari korban dan keluarga korban pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia.
Performa Ekonomi Venezuela dalam 10 Tahun Kepemimpinan Hugo Chavez SEKITAR dua dekade setelah keruntuhan Uni Soviet, nyaris tak terdengar suara yang menantang liberalisme ekonomi yang

Daftar Isi Edisi Ini: ‘Politik Kekeluargaan dan Kekuasaan Yang Berpusat Pada Tubuh’ oleh Muhamad Heychael ‘The Art of Kimpoi: Sebuah Mixtape’ oleh Mochamad Abdul Manan
PRIVATISASI. Para aktivis mengutuknya. Para pakar mengkritiknya, kerap disertai emosi yang meluap-luap. Para pegawai di instansi bersangkutan cemas dan tersayat-sayat ketika ia datang. Tak berlebihan
JURNAL Socialism and Democracy, dalam edisi terbarunya (Juli, 2010), menurunkan dua artikel yang sangat menarik dari Raúl Zibechi (Autonomy or New Forms of Dominations?) dan Dario Azzelini (Ten Years of Transformation in Venezuela). Kedua artikel ini memang dimaksudkan untuk merayakan sepuluh tahun Revolusi Bolivarian di Venezuela, yang dipimpin Hugo Chavez, pada Desember 2008 lalu. Keduanya juga memotret hubungan antara gerakan sosial dan pemerintahan kiri di kawasan Amerika Latin saat ini.
Sepuluh tahun reformasi tidak menyentuh lembaga intelijen “DEMO anti BBM yang dilakukan oleh mahasiswa ditunggangi,” demikian pernyataan Syamsir Siregar, kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Pernyataan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.