1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 256

Paling Sering Dibaca

Media Sosial: Editorial Februari 2014

PADA Desember 2010, Tunisia, sebuah negara di kawasan Timur Tengah, diguncang oleh perubahan revolusioner. Pemerintahan diktator yang telah berkuasa puluhan tahun berhasil digulingkan oleh gerakan

Melampaui Demotaksi

Ilustrasi gambar oleh Andreas Iswinarto   BELUM lama ini jagad sosial media digemparkan keributan di jalanan raya Jakarta antara pengemudi yang bekerja untuk kartel angkutan

Gerakan Mahasiswa dan Hak Angket

AKHIR Juni lalu, mayoritas fraksi di DPR sepakat meloloskan hak angket soal BBM. Keputusan DPR ini tidak terlepas dari perjuangan mahasiswa yang menggelar aksi di

Edisi IV/2012

BERTOLT Brecht dalam In Praise of Communism, menyebut komunisme sebagai ‘it’s just the simple thing. That’s hard, so hard to do:’ suatu hal yang sangat sederhana, (namun) sangat, sangat sulit untuk dilakukan.

Pernyataan Brecht seakan relevan dalam pengalaman kekinian kita. Ketika kini universalisasi kapitalisme dalam rupa neoliberalnya menciptakan banyak kontradiksi sosial di mana-mana, seharusnya tercipta kemudahan bagi kita dalam mengorganisasikan perlawanan, lalu mengeliminasi sistem sosial kapitalis ini. Bahwa rakyat yang tertindas oleh kapitalisme akan mudah berjuang bersama-sama dalam rangka menciptakan masyarakat yang lebih baik. Kenyataannya, Brecht benar: ‘sangat, sangat sulit untuk dilakukan.’ Perjuangan menuju masyarakat yang adil di luar kapitalisme, kini justru menghadapi situasi paling rumit dan kompleks yang tidak pernah ada presedennya. Tidak heran, jika bagi beberapa kalangan, perjuangan untuk menghancurkan kapitalisme merupakan kemustahilan. There is no alternative.

Edisi XII/2013

ANTONIO Gramsci pernah berujar, ketika dunia lama tengah diterpa krisis dan dunia baru belum dapat berdiri, itulah masa untuk Sang Monster. Ya, sang monster adalah apa yang tengah kita hadapi sekarang. Atas nama penyelamatan diri dari krisis, dunia lama alias kapitalisme, harus berperilaku layaknya monster untuk mempertahankan dirinya sendiri. Eksploitasi masif massa rakyat pekerja, penghancuran total sumber daya alam, dan berbagai macam modus pencurian besar-besaran sumber daya publik adalah proses wajar dari kapitalisme sekarang. Layaknya monster, proses kerja kapitalisme ini bukan hanya mengancam bangunan sosial masyarakat modern, akan tetapi lebih besar dari pada itu, juga mengancam peradaban kemanusiaan yang sudah terbangun selama ini.

May Day dan Kisah Seorang Dorothy Day

Memanfaatkan Momentum May Day Untuk Membangun Opini Publik Hari itu, May Day 1993, suara alto yang keras memenuhi Union Square di New York, “Bangkitlah, hai

Edisi LKIP14

Daftar Isi Edisi Ini: ‘Politik Kekeluargaan dan Kekuasaan Yang Berpusat Pada Tubuh’ oleh Muhamad Heychael ‘The Art of Kimpoi: Sebuah Mixtape’ oleh Mochamad Abdul Manan

O, Pembangunan Masokhis

PRIVATISASI. Para aktivis mengutuknya. Para pakar mengkritiknya, kerap disertai emosi yang meluap-luap. Para pegawai di instansi bersangkutan cemas dan tersayat-sayat ketika ia datang. Tak berlebihan

Potret Utang Indonesia

SUNGGUH menarik pemilihan presiden tahun ini sebab selain diskursus ideologi neoliberalisme, juga muncul kontroversi posisi utang Indonesia. Pemerintah menanggapi dengan mengemukakan, posisi utang kita masih

Mahalnya Memulihkan Rupiah

SETELAH didera pelemahan selama berbulan-bulan, dan sempat mendekati level 15000 per USD, nilai tukar rupiah secara perlahan-lahan mengalami pemulihan. Meskipun belum kembali ke posisinya semula

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.