1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 253

Paling Sering Dibaca

Ziarah

KAWAN-kawan aktivis yang bersemangat. Selamat malam. Malam ini kita berkumpul melakukan ziarah gerakan mahasiswa, dan saya diminta berbicara mewakili angkatan 1990. Ziarah yang kita lakukan

Perangkap Pertumbuhan Rendah

Dalam Rapat Kerja dengan Anggota Panitia Ad Hoc II dan IV Dewan Perwakilan Daerah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2007

Seperti Kupu-Kupu

JIKA ini adalah panggung penerimaan Oscar, dan aku didaulat untuk maju ke depan (nggg, untuk menerima piala “menelantarkan blog hingga berdebu sampai tumbuh bulu-bulu”), aku

Hukum Berbasis Kambing Hitam

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/129504800″ params=”color=ff6600&auto_play=false&show_artwork=true” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

Edisi LKIP05

Dalam sebuah diskusi pada peluncuran film Jembatan Bacem, sejarawan Hilmar Farid mengingatkan keterpautan peristiwa tersebut dengan peristiwa pasca G30S. Dalam film tersebut memang digambarkan bagaimana para tahanan peristiwa tersebut di atas dijemput dari rumah tahanan dan lenyap tak berbekas. Dari sana sebuah pesan muncul pada kita, bahwa negara dan hukumnya tak kuasa menegakan hukum yang menjadi penopang negara itu. Hal ini terulang kembali dalam skala kecil pada peristiwa Cebongan dan juga tentu pada peristiwa lainnya yang begitu banyak terjadi dalam skala besar mau pun kecil di seluruh negeri kita. Tak heran, perlawanan rakyat akhir-akhir ini, juga dalam pelbagai bentuk, begitu banyak terjadi. Seorang kawan dalam kesibukan kerjanya sempat meluangkan waktu mengamati berita-berita perlawanan tersebut dan dia berani bertaruh bahwa dalam sebulan saja perlawan rakyat mencapai hampir 1000 perlawanan.

Kalau Mau, Pasti Tidak Impor Beras

Tren akhir tahun muncul lagi, impor beras. Walau yang menentang tidak sedikit, kebijakan ini jalan terus. Bahkan telah menjadi siklus tahunan. Babak impor beras 210.000

Arti Perlindungan Konsumen

Tahun 2004, 2005 dan 2006 adalah tahun anomali bagi petani padi Indonesia. Tercatat, produksi beras mengalami kenaikan, dan di awal tahun pemerintah menyatakan bahwa impor

Sine Qua Non

TANPA bersentuhan dengan gerakan kiri atau orang kiri seperti saya, Si Mahasiswa A itu sudah berhasil membuat sebuah karya ilmiah yang kiri dengan baik. Bahkan, ketika membaca dan menuliskan tentang Revolusi Oktober, di dalam kepalanya sama sekali tak ada terpikirkan tentang demonstrasi buruh atau bahkan perkara penulisan kreatif untuk sebuah jurnal online progresif seperti ini. Menghadapi kasus demikian, apakah yang harus saya, atau Anda, lakukan? Membiarkan karya ilmiahnya tentang Revolusi Oktober yang cukup bagus itu teronggok tak berdaya di perpustakaan kampusnya ataukah kita minta saja padanya satu eksemplar dan kita bawa pulang untuk dibaca?

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.