
Tujuh Hari Mematahkan Ledre
Puisi Lauh Sutan Kusnandar


UNTUK memahami secara utuh proyek Anggaran Partisipatif, yang diusung oleh Partai Buruh Brazil, walaupun ringkas, kita mesti menengok kondisi ekonomi-politik Brazil keseluruhan. Tanpa penelaahan terhadapnya,

Seperti agama, sepak bola pun punya dua wajah. Pada gairah dan euforia di sana selalu tersisip kesadaran politis dan perlawanan.
PADA tanggal 9 Juli lalu, capres SBY sudah menyampaikan pidato kemenangan di hadapan seluruh media massa. Padahal, seperti kita ketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai

Riuh rendah peringatan ‘Gestok’ (Gerakan Satu Oktober) sudah mulai reda. Tempo sudah mengeluarkan edisi khusus soal Lekra dan peristiwa 1965 sambil bersenandung lirih tentang kedhaifan manusia. Para aktivis HAM sedang menikmati gaji hasil jerih payah mereka bekerja. Aktivis-aktivis buruh sibuk mempersiapkan aksi mogok nasional untuk menuntut kenaikan upah. Sementara tempe sudah makin jarang hadir di kelas—maaf, meja makan. Kalau pun hadir di lembar absensi, badannya kurus seperti pesakitan.
JANUARI 2008 adalah bulan yang menggembirakan bagi Die Linke atau The Left Party. Partai ini adalah partai baru di Jerman yang pada pemilu federal Jerman
MARI bergoyang…. Asyiiik…. Goyang, Mang…Asohe…Ser… Ser…. Pernah heboh. Tahun 2003 muncul FPI (Front Pembela Inul), JI (Jamaah Inul), FBI (Fantasi Bokong Inul), CIA (Cintailah Inul
DI NUSANTARA, tentu saja waktu, sebagaimana yang kita kenal sekarang, datang bersama kolonialisme. Jika mengikuti waktu tradisional yang bergantung pada alam maka penjarahan yang dilakukan kompeni tidak berjalan maksimal. Pengaturan waktu a la modern pun diperkenalkan. Tentu tidak tanpa perlawanan. Sisa-sisa perlawanan atasnya masih bisa kita endusi dalam frase ‘waktu karet’ alias ngaret. Demikian pula penanggalan yang kita kenal sekarang. Untuk kerja, liburan, hari-hari raya, kita berpegang pada penanggalan Romawi, sedangkan penanggalan tradisional tinggal sebagai ramalan-ramalan nasib hidup. Tentu saya tidak bermaksud bernostalgia dan mengajak kita untuk kembali pada penanggalan tradisional itu.
Pelarangan Buku, Demokrasi di Tanah Rencong, dan Menagih Keadilan di Bumi Timor Leste 18 MARET 2010. SIANG itu langit terlihat mendung. Montreal, kota kedua terbesar

Ketika Ulil menyebut kritik terhadap situasi perusakan alam sebagai “ekstremisme”, ia tengah mengabaikan fakta bahwa industri ekstraktif adalah bentuk ekstrem dari perusakan oikeios.
SEBULAN menjelang Pemilihan Umum (Pemilu), dunia dinyatakan resmi berada dalam resesi. Pertumbuhan ekonomi global pada awal tahun 2009 yang semula diprediksi hanya tumbuh setengah persen,
SEJAK pemerintahan baru terbentuk, nilai tukar rupiah terus melanjutkan tren penurunannya yang sudah berlangsung sejak sementer II 2011. Namun tren penurunan belakangan ini paling ekstrem
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.