1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 250

Paling Sering Dibaca

Edisi LKIP10

Riuh rendah peringatan ‘Gestok’ (Gerakan Satu Oktober) sudah mulai reda. Tempo sudah mengeluarkan edisi khusus soal Lekra dan peristiwa 1965 sambil bersenandung lirih tentang kedhaifan manusia. Para aktivis HAM sedang menikmati gaji hasil jerih payah mereka bekerja. Aktivis-aktivis buruh sibuk mempersiapkan aksi mogok nasional untuk menuntut kenaikan upah. Sementara tempe sudah makin jarang hadir di kelas—maaf, meja makan. Kalau pun hadir di lembar absensi, badannya kurus seperti pesakitan.

Basis Sosial Rejim Kapitalisme-neoliberal

ANALISA EKONOMI POLITIK SETELAH membahas tentang model aliansi kelas dalam rejim neo-fasis dan rejim kapitalisme-neoliberal (di sini), kini saya mengajak anda untuk mendiskusikan tentang basis

LKIP Edisi 28

Ilustrasi: T.A. Kusno, 2012, “Bastaman”. Photograph series, variable dimension Teori – Orde Baru dan Pembentukan Keluarga Kritik – Warisan Sebuah Rezim: Citra Kultur Media dan Persepsi

Refleksi Petisi Big Bang

DULU ketika masih kuliah di FIB UI, saya berteman dengan Sira, Konrad, dan Yulia. Sira dan Konrad—yang ganteng itu, namun hal ini bukan menjadi fokus

Teror Jaringan

TAMPAKNYA aksi peledakan sejumlah bom dan serangan bersenjata yang dilakukan oleh sekelompok orang di jalan Thamrin, Jakarta, pada tengah hari bolong awal bulan ini, memiliki

Yang Mendahului Kita Sejak Dulu

Mengenang Kawan Fauzi “Oji” Abdullah SEBELUM subuh di Berkeley, aku terjaga — di luar, hanya terlihat gulita dan gerimis musim dingin. HP Jakartaku bunyi: ada

Menyikapi Politik Buruh

SEBUAH pertemuan bersejarah kaum buruh Indonesia bertajuk ”Trade Unions Meeting for Political Consensus” dilaksanakan di Sukabumi, 23-25 November 2009. Pertemuan ini digagas Konfederasi Serikat Buruh

Sekali Lagi: Membela Utopia Indonesia!

Tanggapan atas Tanggapan-Tanggapan SUNGGUH terkejut dan merasa terhormat, saat salah satu tulisan yang sebenarnya saya persiapkan untuk acara diskusi mengenang Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh

Muridan, Hari ini, setahun yang lalu

Pengantar HARI ini, setahun yang lalu, Muridan Widjojo wafat. Beliau adalah orang yang membuat saya memandang Papua dengan lebih tenang dan takzim. Tulisan ini buat

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.