Dunia Ini Bukan Untuk Dijual!
—Mengenal Mitos Perdagangan Bebas dalam World Trade Organization (WTO) “Our world is not for sale, my friend. Just to keep you satisfied. You say you’ll
—Mengenal Mitos Perdagangan Bebas dalam World Trade Organization (WTO) “Our world is not for sale, my friend. Just to keep you satisfied. You say you’ll

PADA Desember 2010, Tunisia, sebuah negara di kawasan Timur Tengah, diguncang oleh perubahan revolusioner. Pemerintahan diktator yang telah berkuasa puluhan tahun berhasil digulingkan oleh gerakan
SEJAK krisis ekonomi melanda dunia pada pertengahan 2008, belum tampak tanda-tanda bahwa ekonomi dunia pulih seperti semula. Sepertinya, tidak ada satu formula tunggal yang bisa

Mari kita singkirkan ego antarorganisasi progresif dan rumuskan arah politik bersama.
: P.A.T. Seorang kawan menulis puisi tentangmu aku jadi iri sebab aku pernah berada dalam iring-iringan membela kemanusiaanmu mengutuk tiran yang kuasanya bau mesiu lalu

Pengantar HARI ini, setahun yang lalu, Muridan Widjojo wafat. Beliau adalah orang yang membuat saya memandang Papua dengan lebih tenang dan takzim. Tulisan ini buat
MIRIS sekali kehidupan di kota Jakarta ini. Suatu sore, ketika melintasi jalan Sultan Agung (Jl Pasar Rumput) Jakarta Selatan, di salah satu jembatan yang menghubungkan
SANGAT sering, ketika Anda kehabisan ide menulis, menimba inspirasi dari tulisan orang lain bisa sangat membantu. Itulah yang kini terpaksa saya lakukan. Selain itu, tentu
SAYA bukan seorang diktator. Akan tetapi, banyak kritik terhadap keberhasilan yang sudah dicapai, sebenarnya didasari ketidakmengertian bahwa saya adalah seorang penguasa. Logika saya sebagai
SEJARAH tak pernah mengenal kata akhir. Demikian kata Dominick LaCapra. Seolah mengamini kata-kata sejarawan Amerika itu, Peristiwa Gerakan 30 September atau Gerakan 1 Oktober 1965

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya sudah melakukan abstraksi secara spontan. Sedari anak-anak, kita sudah belajar melakukan abstraksi. Bilangan 2, misalnya adalah abstraksi dari pola kuantitas bermacam hal yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti dua batu, dua kursi, dua daun, dan seterusnya. Untuk mendapatkan konsep dua, pikiran kita mengesampingkan benda-benda material dimana pola kuantitas itu melekat, sehingga didapatkan suatu konsep kuantitas murni tertentu yang kemudian kita beri nama ‘dua’ atau lambang bilangan Hindu-Arab ‘2.’ Tentu saja proses pemahaman atas bilangan 2 tidak sesederhana di atas. Ada juga misalnya proses komparasi dengan pola kuantitas lain yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti 1, 3, 4, dan seterusnya, yang berjalan dalam pikiran kita, sehingga kita mendapatkan sense of position dari bilangan 2 dalam urutan bilangan yang ada. Tapi, ada proses abstraksi di situ. Dan tanpa kita sadari, kita sudah melakukan hal ini sejak kanak-kanak.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.