Marhaenis Bergerak (1)
Pengantar redaksi: Kami menerima kiriman makalah dari penulis yang disampaikan pada Diskusi Panel ‘Tinjauan Kritis Masa Depan Gerakan Kaum Marhaenis’, dalam rangka Pengukuhan Presidium 2006-2008
Pengantar redaksi: Kami menerima kiriman makalah dari penulis yang disampaikan pada Diskusi Panel ‘Tinjauan Kritis Masa Depan Gerakan Kaum Marhaenis’, dalam rangka Pengukuhan Presidium 2006-2008
Tanggapan atas kritik tentang Opera “Tan Malaka“ 1. KRITIK ini mungkin keras, mungkin cerdas, tapi memakai pendekatan konvensional seorang ideolog. Dalam pandangan kritik ini,

BEBERAPA opini terakhir di harian IndoPROGRESS memperlihatkan tumbuhnya hasrat politik baru untuk membentuk partai politik progresif berbasis kelas pekerja, kaum miskin kota, petani, dan kekuatan-kekuatan

Perjuangan serikat buruh sering kali dimanipulasi oleh pimpinan yang memiliki pengaruh dan hak prerogatif dalam organisasi, termasuk memecat anggota yang dianggap berseberangan dengan ketua serikat, meskipun anggota tersebut memiliki cara pandang yang lebih maju.

TAK BANYAK yang tahu bahwa di balik kehidupan sederhana mereka di pinggir Kali Ciliwung, ada rasa solidaritas yang sangat kuat dari warga Bukit Duri ke
MUSUH kaum neoliberal adalah negara. Mereka memandang bahwa eksistensi negara itu kontradiktif bagi eksistensi pasar. Negara dipandang merusak mekanisme pasar, sehingga menimbulkan aneka macam distorsi.

KISAH berikut adalah penyambung lidah seorang pemuda freelance yang paham bahwa Karl Marx adalah senjatanya di jalan ilmu pengetahuan; lebih jauh kehidupan. Sebut saja namanya
BELUM genap setahun perjanjian damai antara etnis Lampung dan etnis Bali disepakati kedua belah pihak, konflik disertai kekerasan kembali pecah di Lampung Selatan. Kerusuhan bermotif

Romli M. Zein (kanan). Sumber ilustrasi: Rio Apinino KABAR duka dari buruh di Tangerang datang pada Kamis pagi, 26 Oktober 2017. Sebuah pabrik kembang

SUDAH lama saya berusaha memahami eksekusi para narapidana narkoba yang dengan gigih dilakukan oleh pemerintahan Presiden Jokowi sejak awal masa pemerintahannya. Pertanyaan saya yang paling

BOLEHLAH kali ini kami mengajak rekan sedikit berkelana ke negeri seberang. Ada dua kota yang hendak disambangi: Bangkok dan Kopenhagen. Satu di Muangthai, yang lain
ANALISA EKONOMI POLITIK “9 Mei 1993, di sebuah gubuk di Hutan Wilangan, Nganjuk, ditemukan sebuah mayat yang terkapar dengan kondisi sangat mengenaskan. Vaginanya hancur, tulang panggul
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.