
Daulat Bahasa, Daulat Rakyat
PERSOALAN internasionalisasi bahasa Indonesia kini menerima tantangan dari dalam. Gegap gempita hasrat menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa diplomasi luar negeri, terutama di forum-forum internasional, sebagai

PERSOALAN internasionalisasi bahasa Indonesia kini menerima tantangan dari dalam. Gegap gempita hasrat menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa diplomasi luar negeri, terutama di forum-forum internasional, sebagai

DARI tiga kata pada judul tulisan ini, kata ketigalah, tebakan saya, yang paling cepat mendapat rujukkan di kepala Anda. Sosok bertopi baret, mata menerawang jauh
SEJENAK mari kita menengok sejumlah kabar di negeri orang. Margaret Thatcher, mantan Perdana Menteri Inggris, meninggal dunia April tahun lalu. Kemudian, belum lama ini, di

Kredit ilustrasi: Putu Deoris CATALONIA (Catalunya), sebuah komunitas otonom dalam Kerajaan Spanyol, baru-baru ini membuat heboh dunia dengan penyelenggaraan referendum pada 1 Oktober, 2017

NAMAKU Aku. Bapakku Atang. Aku bin Atang. “Ku,” seru teman-temanku, “Kenapa kamu suka jadi benalu?” Mengapa teman-temanku bisa ngomong begitu, akan kuceritakan padamu. *** DI

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SAYA tidak tahu masihkah ada negara selain Indonesia di planet ini yang melawan sebuah ideologi yang telah dinyatakan ‘mati’

DALAM laporan tahunan Indocement 2014 yang bertajuk Maintaining Good Achievement in Expanding Market (halaman 111) tertulis “Konsumen semen diperkirakan akan tumbuh lebih lanjut dalam tahun-tahun

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) DALAM artikel Merebut Populisme tanggal 30 Januari 2017, Muhammad Ridha menanggapi artikel saya Menguatnya Populisme: Trump, Brexit hingga FPI
Studi Kasus Lapindo dan Sorikmas TULISAN ini akan mencoba menganalisis dua kasus uji materiil yang menyangkut korporasi di Mahkamah Agung (MA). Kasus pertama adalah Hak

Kediktatoran proletariat, ketika dipahami dalam kerangka Marxis yang otentik, muncul bukan sebagai momok totaliter, tetapi sebagai konsep yang secara fundamental demokratis dan membebaskan.

UNTUK pertama kalinya, Presiden Jokowi akan berkunjung ke Amerika Serikat. Selama empat hari, dari tanggal 25 hingga 29 Oktober, dia akan menyambangi Washington D.C. dan

Kredit foto: www.mondobio.de Kawan-kawan, DALAM surat pertama ini, saya ingin bercerita tentang hubungan saling menguatkan antara kapitalisme dan rasisme, dengan contoh kasus Amerika Serikat
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.