Papua, Stigma dan 1965
Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) Gi, Indonesia itu orangnya sendiri saja dia bunuh, apalagi kalian yang orang Papua. seorang dosen DALAM beberapa artikel
Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) Gi, Indonesia itu orangnya sendiri saja dia bunuh, apalagi kalian yang orang Papua. seorang dosen DALAM beberapa artikel

Kredit foto: Yohanes Andreas Iswinarto Chili, 1987. Lima aktivis politik, dari Partai Komunis dan onderbownya, diculik, dibantai dan kemudian mayatnya (yang tak pernah ditemukan, tetapi

Kondisi infrastruktur jalan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (14/2/2015). Kredit foto: Kompas.com JADI banyak orang di Indonesia akhirnya bertepuk tangan atas ‘keberhasilan’ negara

JOKO: War, kau masih ingat, sudah berapa lama kita berada di sini? Anwar: Wah, sejak kapan ya? Kayanya sudah dari sononya kita di sini. Mungkin
“Maka prinsip kita harus: Apakah kita mau Indonesia Merdeka, yang kaum kapitalnya merajalela, ataukah yang semua rakyat sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup
Gerakan transformasi sosial Indonesia, mencapai percepatan tertinggi menjelang dan sesudah bulan-bulan kejatuhan Soeharto. Ratusan ribu orang terlibat aktif di dalamnya, menghasilkan ribuan organisasi massa bertuntutan

Kredit ilustrasi: Pinterest AKHIR-akhir ini, perdebatan tentang ‘mayoritas’ dan ‘minoritas’ kembali menyeruak di ruang publik, terutama pada konteks Indonesia. Wacana mayoritas-minoritas menjadi penting untuk dibicarakan
LIPUTAN KHUSUS Kisah tentang petani dan aktivis menghadapi kesewenang-wenangan polisi SABTU, 14 JUNI 2008. Jarum jam menunjuk pukul tiga sore. Matahari bergerak perlahan menuju pembaringannya.

TENGAH tahun 1931, Nikolai Bukharin memimpin segerombolan ilmuwan garda depan Uni Soviet menuju London, Inggris. Di sana mereka akan menghadiri ‘Kongres Kedua Sejarah Ilmu dan

JALAN-JALAN di kota Bandung kembali diatur ulang. Jalan-jalan yang kembali dipenuhi oleh mobil-mobil yang membawa para pemimpin negara-negara Asia dan Afrika – dua kawasan di
Beberapa waktu lalu, harian Kompas memberitakan terbitnya dua buku yang mengulas sosok Widjojo Nitisastro. Masing-masing bertitel “Kesan Para Sahabat tentang Widjojo Nitisastro” dan “Tributes for
SEMENJAK terjadi krisis harga pangan pada 2007 dan meningkatnya angka kelaparan global yang mencapai 1 milyar orang, dunia disadarkan akan arti penting pertanian, agraria, dan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.