1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 182

Paling Sering Dibaca

Neoliberalisme dan Warganegara

MUSUH kaum neoliberal adalah negara. Mereka memandang bahwa eksistensi negara itu kontradiktif bagi eksistensi pasar. Negara dipandang merusak mekanisme pasar, sehingga menimbulkan aneka macam distorsi.

Bisnis Pahit Kelapa Sawit (2-Selesai)

Kasus Sumatera Utara Dampak negatif ekspansi perkebunan kelapa sawit: Dampak negatif ekspansi perkebunan kelapa sawit di Nusantara, meliputi sedikitnya lima bidang, yaitu (a) penyerobotan tanah

Privatisasi Air dan Perempuan

SIANG yang panas membakar, tak mengurungkan niat Ibu Lina, seorang ibu rumah tangga di Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, untuk pergi membeli air demi

Pulang

Mama, perempuan tinggi besar berkulit kuning bermata kecil. Rambutnya ikal panjang. Suka bercelana panjang kudorai dan gaun sebatas betis, naik motor besar dan berkeliling kota

ISIS: Bayang-bayang Imperialisme di Timur Tengah

Musim Semi Arab telah lama berlalu, berganti menjadi kemarau panjang dengan paceklik. Gelombang revolusi digantikan dengan gelombang kontra-revolusi.   DUNIA dikejutkan dengan ekspansi Khmer Merah

Teror Sipil Sebagai Proxy

Catatan Atas Kekerasan Terhadap Beberapa Golongan Minoritas di Indonesia MEMPERHATIKAN aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok vigilante  seperti FPI, FBR, FUI, MMI dan sejenisnya itu, saya menyimpulkan:

Marxisme dan Alkimia

Uang adalah sarana pertukaran, pembayaran dan penyimpanan nilai. Dalam arti itu, uang adalah konsep yang diturunkan dari konsep nilai. Dari manakah uang memperoleh nilainya? Marx menunjukkan bahwa uang tak lebih daripada representasi atas nilai komoditas. Nilai komoditas sendiri ditentukan oleh pencurahan sejumlah kerja tertentu. Uang karenanya merupakan representasi atas representasi atas kerja. Demikianlah Marx memperlihatkan bahwa uang, sebagaimana kapital, tak lain daripada relasi sosial. Buanglah relasi sosial yang mensituasikannya, maka selembar uang akan menjadi selembar kertas biasa. Apabila nilai komoditas lenyap sebagai akibat dari lenyapnya relasi sosial yang menopangnya, maka lenyaplah pula uang sebagai sarana pertukaran, pembayaran dan penyimpanan nilai. Uang, seperti juga nilai dan entitas sosial pada umumnya, adalah produk sejarah interaksi manusia dengan alam. Uang dan entitas sosial lainnya adalah seperti centaur, makhluk dengan dua kodrat: sebagian bersifat alamiah (sebagai kertas) dan sebagian lain bersifat sosial (sebagai medium nilai). Namun pandangan seperti ini tidak selalu mengemuka.

Mengorganisasikan Pengetahuan

SETELAH Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pilpres 2014, setelah pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dielu-elukan sebagai pemenang Pilpres 2014, muncul banyak pertanyaan tentang masa depan Indonesia

Marhaenis di Era Imperialisme

Catatan untuk Budiman Sudjatmiko Artikel panjang Budiman Sudjatmiko, menarik untuk didiskusikan lebih lanjut. Pertama, artikel itu coba melihat bagaimana kondisi negara-bangsa Indonesia di era kapitalisme-neoliberal

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.