Kenzaburo Oe dan Gerbang Dewa Guntur
““They got together to fight back against someone far stronger than themselves. Have you ever done something like that?” (An Echo of Heaven, Kenzaburo Oe).)
““They got together to fight back against someone far stronger than themselves. Have you ever done something like that?” (An Echo of Heaven, Kenzaburo Oe).)

Kredit ilustrasi: emtv.com.pg JUJUR harus saya katakan, saya pertama kali menyadari arti penting boikot usai membaca buku ketiga dari Tetralogi Buru “Jejak Langkah” Pramoedya
Mewaspadai Benih Fasis Tanpa Tabu Beberapa Catatan Judul Buku: Orang dan Partai Nazi di Indonesia, Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme Penulis: Wilson Penerbit:
RITUS malam tadi kau njelma laron di pijaran neon aku adalah cicak menunggu, ngintai dan hap kau aku sergap sayapmu basah oleh ludah gurihmu aku
SEJARAH menunjukkan, dari Komune Paris hingga Musim Semi Arab, dari Gerakan Chartist di Inggris hingga Protes Solidarność di Polandia, hal-hal abstrak yang kita labeli sebagai ‘demokrasi’ dan ‘emansipasi’ hingga hal-hal riil yang seringkali kita sepelekan, seperti pembatasan kerja delapan jam per hari, hari libur, kebebasan berserikat, dan hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan lainnya, tidak akan mungkin terwujud tanpa gerakan buruh yang kuat, tanpa sejarah perjuangan kelas.

Foto diambil dari laniratulangi.wordpress.com 17 AGUSTUS bagi saya adalah hari libur yang biasa-biasa saja. Selain karena memang—oleh satu dan dua cara hidup selama ini—hari libur

1. Tidak mungkin kediktatoran kembali di Indonesia. Kita memiliki demokrasi yang kuat selama 16 tahun era reformasi. Tentu kita tidak akan kembali ke masa Orde

BEBERAPA waktu lalu (27/12/2014), penulis menyaksikan liputan khusus akhir tahun dari sebuah TV swasta tentang perkembangan politik kenegaraan di tahun 2014 ini. Di salah satu

GELOMBANG skandal elit yang menggerogoti kepercayaan publik telah silih berganti mengguncang kekuasaan Jokowi, di saat belum genap enam bulan ia menjabat sebagai Presiden. Mulai dari
SEJAK terjungkalnya rezim Orde baru, Indonesia berkali-kali dikejutkan oleh fenomena kekerasan komunal dalam berbagai bentuk. Bentuk vertikal kekerasan komunal yang melibatkan komunitas lokal versus Negara,
SETELAH dihantam oleh krisis keuangan, diperparah oleh krisis minyak, kini dunia menghadapi ancaman krisis pangan. Datangnya krisis secara beruntun ini, telah menguras energi pemerintah di
KALAU kita perhatikan agak teliti, ada yang baru dalam momen perayaan reformasi tahun ini. Kebaruan itu tampak pada penonjolan tema tentang bahaya oligarki, yang mendadak
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.