1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 186

Paling Sering Dibaca

Sebuah Percakapan dengan Titarubi

Apa yang disebut Titarubi sebagai pertanyaan-pertanyaan yang memeras otak itu sebetulnya adalah pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan proses berkarya Titarubi dan juga zaman otoritarian Soeharto. Titarubi memang berkarya pada zaman itu pula dan ia pun pernah aktif dalam gerakan pembebasan dan peningkatan kesejahteraan tahanan dan aktivis Orde Baru. Tak hanya itu, ia pun akrab dengan beberapa aktivis kala itu. Selain itu, ada juga beberapa pertanyaan yang menyentuh isu-isu yang menarik perhatiannya dalam berkarya dan posisi perempuan dalam seni rupa. Selang sebulan surel itu saya terima, pertanyaan-pertanyaan itu menemukan jawabannya dalam tatap muka kami.

Lapak Gratis

DALAM sejarah, penguasaan terhadap sekeping tanah ada lebih dahulu sebelum tanah dimanfaatkan sebagai ‘lapak.’ Dan tanah sebagai suatu hal yang gratis, letaknya lebih jauh lagi dari itu, ketika manusia baru sedikit berbeda dari kera. ‘Lapak Gratis’ tadi, misalnya, dilaksanakan di atas sekeping tanah yang sudah dimodifikasi menjadi trotoar nan permai pemanja mata dan kaki para turis mancanegara dan domestik di depan Benteng Vredeburg. Dengan demikian, sudah ada sebuah kerja tertentu yang dilakukan di atas sekeping tanah yang dijadikan ‘lapak.’ Nilai dari kerja atas sekeping tanah tersebutlah yang memungkinkan sang tanah bisa menjadi ‘lapak.’ Nah, ketika lapak yang digelar di atas sebuah tanah yang punya nilai tertentu lantaran kerja tertentu diberi embel-embel ‘gratis,’ kita bisa melihatnya sebagai sebuah ketakhormatan terhadap nilai kerja tertentu tadi.

Indonesia vs Malaysia

Sengketa Siapa Yang lebih Melayu BERITA-berita “pertarungan” Indonesia-Malaysia kini bak tiada habisnya. Sepertinya, setiap sekian minggu akan muncul di berbagai media cetak dan elektronik Indonesia

Para Penghapal Lenin

Ini lelucon tentang anak-anak yang baru belajar berjalan. MUNGKIN begini gambarannya saat kaum Trotskis Indonesia berada di sekolah Leninis: Sebagai murid yang paling pintar, tempat

Disorientasi Politik Koalisi Permanen

DEKLARASI koalisi permenan yang dilakukan kubu Prabowo-Hatta, memaksa saya untuk mencari pijakan teori mengenai apa itu koalisi permanen. Setelah membuka beberapa buku teori politik, saya

Menggagas Kuasa Teknologi (Informasi)

“Does mechanization affect human values, and if so, how? To what extent and under what conditions should we allow technology to shape our definition of

Kota Yang Melayani Modal Besar

BELUM lama ini penggusuran dengan cara kekerasan terjadi kembali di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Ini mengulang-ulang kembali cerita politik kekerasan terhadap rakyat kampung kota di

Optimisme Kebudayaan ‘Via Positiva’

KITA sering mendengar pendapat bahwa masyarakat Indonesia punya kebudayaan yang cukup tinggi yang mempengaruhi ketabahan hidup yang dimilikinya. Salah satu indikasinya muncul pada sambutan masyarakat

Ketika Ilmu menjadi Ideologi (2)

Kredit ilustrator: Alit Ambara (Nobodycorp)   MESKI cuma sepintas, di tulisan saya sebelumnya diceritakan bagaimana jijiknya orang-orang Inggris ketika mengetahui praktik kawin orang Nayar di

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.