“Kami Selalu Ingat!” (Eps. II – Kel. Wiji Thukul)

Kasus pelanggaran HAM mana yang Anda ingat (telah diselesaikan sampai tuntas)? Silakan, Anda akan memanggil ulang memori Anda terkait kasus penculikan aktivis, pembunuhan, hingga penghilangan paksa. Maka di saat bersamaan, Anda akan menemukan jawaban bahwa kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi, nyaris tanpa penyelesaian. Nama-nama yang dinyatakan hilang hingga kini tidak jelas rimbanya. Sedangkan kasus pembunuhan aktivis pembela HAM hingga kini masih menyisakan tanda tanya.

Belakangan ini, kasus pelanggaran HAM kembali menjadi isu yang akrab di telinga kita, setelah salah satu kontestan Pemilu Presiden diduga kuat sebagai pelaku penculikan pada 1998. Pada kesempatan ini, IndoPROGRESS TV menyajikan tiga episode wawancara terkait berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang berjudul Kami Selalu Ingat!. Masing-masing episode menampilkan satu narasumber, mulai dari Suciwati Munir, Keluarga Wiji Thukul, hingga Mugiyanto—salah satu korban penculikan. Wawancara ini mencoba mengungkap usaha perjuangan mereka, serta masa depan penyelesaian kasus pelanggaran HAM, terutama dalam kaitannya dengan Pemilu Presiden.

Kami Selalu Ingat! merekam ingatan mereka, baik korban maupun keluarga korban. Seri wawancara ini sekaligus mengajak kita untuk merawat ingatan, sebab kita bukan bagian dari mereka yang terus- menerus berpura-pura lupa.

***

WIJI THUKUL penyair sekaligus aktivis yang lantang menentang kediktatoran Soeharto di masa senjakala Orde Baru. Pemilik nama asli Wiji Widodo itu merupakan salah satu dari 13 aktivis yang hingga kini hilang. Komisi Nasional untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) menerima laporan hilangnya Thukul pada 24 Maret 2000.

Belasan tahun telah berlalu, nasib Thukul dan kawan-kawan hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Sementara itu, Prabowo Subianto yang diduga kuat bertanggung jawab dalam kasus pelanggaran HAM berat ini malah menjadi kontestan Pemilihan Presiden 2014.

Juni 2014, Tim IPTV berkesempatan bertemu dengan keluarga Wiji Thukul di rumah mereka yang terletak di Keluruhan Jagalan, Jebres, Solo, Jawa Tengah. IPTV bertemu dengan istri Thukul, Siti Diyah Sujirah (Sipon), serta kedua anaknya Fitri Nganthi Wani dan Fajar Merah. Saat ini, kedua anak Thukul kini juga aktif berkesenian, dan lantang menyuarakan masalah-masalah sosial lewat karya-karyanya.

Dalam wawancara ini, keluarga Thukul menceritakan hal-hal personal terkait rasa kehilangan, komitmen mereka dalam perjuangan penegakan HAM di Indonesia, serta sikap politik terkait pemilihan presiden 2014.

Baca juga:

×

IndoPROGRESS adalah media murni non-profit. Demi menjaga independensi dan prinsip-prinsip jurnalistik yang benar, kami tidak menerima iklan dalam bentuk apapun untuk operasional sehari-hari. Selama ini kami bekerja berdasarkan sumbangan sukarela pembaca. Pada saat bersamaan, semakin banyak orang yang membaca IndoPROGRESS dari hari ke hari. Untuk tetap bisa memberikan bacaan bermutu, meningkatkan layanan, dan akses gratis pembaca, kami perlu bantuan Anda.

Jika Anda merasa situs ini bermanfaat, silakan menyumbang melalui PayPal: redaksi.indoprogress@gmail.com; atau melalui rekening BNI 0291791065 atas nama Vauriz Bestika. Terima kasih..

Kirim Donasi

comments powered by Disqus