
Pak Polisi Kita
KITA semua sudah familiar dengan lelucon Gus Dur yang satu ini: hanya ada dua polisi baik di negeri ini, Polisi Hoegeng dan Polisi Tidur. Selebihnya

KITA semua sudah familiar dengan lelucon Gus Dur yang satu ini: hanya ada dua polisi baik di negeri ini, Polisi Hoegeng dan Polisi Tidur. Selebihnya

WACANA kenaikan harga BBM yang beredar selama ini, selalu dikaitkan dengan naiknya harga minyak dunia. Ketika harga minyak melampaui asumsi harga yang telah dianggarkan pemerintah

PERINGATAN keras: hilangkan (Anda bebas menambah kata ‘sejenak’) segala caci maki dan stereotipe kita pada kelas menengah. Karena, saya kira, tulisan ini dibuat oleh seorang

The Night King. Kredit ilustrasi: Cosmopolitan.com JOKOWI, malam itu, jauh dari citra orator yang piawai. Kata-katanya berat—dibebani oleh idiom-idiom teknis tak terelaborasi. Pesannya tak terbingkai

SETELAH beberapa minggu menetap di Amerika Serikat, baru tempo hari saya berkesempatan untuk menyambangi kawasan etnik Meksiko di Chicago. Pilsen namanya. Jika tak terbayangkan bagaimana
Beberapa waktu lalu, Rusman Nurjaman dari majalah Intisari, mewawancari saya secara elektronik berkaitan dengan topic ‘Menciptakan Kota dan Lingkungan Ramah Warga.’ Setelah majalah itu terbit, tidak keseluruhan hasil wawancara itu dimuat, sehingga saya pikir tidak ada salahnya jika wawancara itu saya muat ulang selengkapnya di sini.
MINGGU ini adalah Kamisan ke 281. Tetap berdiri diam di depan istana. Tapi tak ada lagi Mami. Orang tua yang anak-anaknya diculik, ditembak, satu per

Apa yang tersisa dan bisa kita kerjakan sekarang? Perlawanan sehari-hari, kecil atau besar. Apa yang tertinggal dari kita hanyalah kesadaran melawan untuk merespons segala kondisi bahaya ini.

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp. Internationale Unlimited). BLUSUKAN boleh jadi merupakan cara politisi untuk menunjukkan kepedulian mereka, atau sekedar sebuah cara baru bagi elit untuk

Kredit foto: Fathimah Fildzah Izzati KITA percaya tiada orang yang menghendaki kekerasan. Semua manusia waras membeci dan mengutuknya. Yang demikian ini, bahkan saya temui pada
Tambahan untuk Martin Manurung ”… dosen-dosen ekonomi di Universitas telah “berdosa” mengajarkan ilmu ekonomi secara keliru atau bahkan mengajarkan “ilmu ekonomi yang keliru.” (Prof.Mubyarto, 2003)

Teori konspirasi sedikit lebih rumit ketimbang keyakinan buta. Ia bernuansa intelektual dan—sebenarnya pula—hipster.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.