
Bagaimana Konflik Elite Mewarnai Aksi Protes di Indonesia?
Terlepas dari bagaimana ujung konflik antar elite, gerakan protes yang organik mesti mewaspadai adanya risiko kooptasi oleh faksi-faksi elite yang berkompetisi.

Terlepas dari bagaimana ujung konflik antar elite, gerakan protes yang organik mesti mewaspadai adanya risiko kooptasi oleh faksi-faksi elite yang berkompetisi.

PADA hari Minggu kemarin, 25 Januari 2015, rakyat Yunani melakukan Pemilu untuk menentukan siapa yang harus memegang tampuk kekuasaan nasional. Pemilu ini begitu menarik untuk

TRILOGI Boris Kagarlitsky dengan judul di atas adalah sebuah gedoran atas kebekuaan pemikiran yang semakin terkungkung dengan realitas politik global awal abad ke-21, dan menantang pesimisme apakah ada jalan lain di luar keyakinan ekonomi [masyarakat] pasar yang seolah menjadi ‘kenyataan tak terhindarkan’ dari sejarah abad ke-21. Keruntuhan Uni Soviet pada dekade 1980an dan munculnya Republik Rakyat Cina sebagai kekuatan ekonomi dunia yang mengadopsi sistem pasar dengan kontrol negara seperti membunyikan lonceng kematian cita-cita dan praktek politik ‘kiri’ yang menjadi marak sejak pertengahan abad ke-19 dan awal abad ke-20.

BEBERAPA berita dan cerita dari kawan-kawan senasib sepenanggungan membuat saya berkesimpulan bahwa dari hari ke hari semakin sulit orang dari kelas bawah untuk naik tingkat
TIGA BELAS tahun sudah Indonesia memilih jalan panjang menuju demokrasi. Jalan yang tidak mudah, dipenuhi kerikil serta tantangan di setiap liku jalan. Salah satu tantangan

Di TENGAH runtuhnya kepercayaan ummat terhadap para kiai dengan tertangkap tangan-nya K.H. Fuad Amin –Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, yang di periode sebelumnya menjabat sebagai Bupati
Hari terakhir Tubagus Chandra DERING TELEPON seluler jam 11 malam membangunkan Tubagus Chandra. Beberapa saat kemudian dia berkata kepada istrinya, “Ada tugas jaga.” Ina Sakinah

TAHUN 2016 sepertinya penuh dengan kejutan peristiwa yang terjadi secara global di berbagai tempat, khususnya di medan politik. Keterkejutan kalangan luas terhadap pilihan-pilihan politik yang

Jika menoleh ke sejarah, kita melihat bahwa kategori “pemoeda” selalu lahir dalam momen krisis tatanan.
Sembilan tahun hidup di bawah payung “demokrasi,” telah nyata kehidupan rakyat tak kunjung membaik. Setumpuk masalah berserakan, sedikit penyelesaian yang dilakukan. Kekerasan politik tak henti
PADA tahun 2008, rakyat Amerika Serikat (AS) dan dunia, menyaksikan dua kejadian bersejarah dan monumental. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarahnya, rakyat AS memilih seorang warga

SEGERA setelah presiden terpilih resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum pada 22 Juli 2014 lalu, para relawan tidak lantas beristirahat. Selang beberapa hari, segelintir relawan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.