1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 114

Paling Sering Dibaca

Warisan Terkutuk Soeharto

SAAT di meja makan rumah, ayah saya membuka obrolan politik. Ketika itu kami berbincang soal kelompok teroris Islamic State Iraq and Suriah (ISIS) sebagai fenomena

Tentang Fragmentasi Gerakan Rakyat

DALAM setiap elaborasi mengenai potensi serta kapasitas gerakan rakyat, problem fragmentasi selalu menjadi problem mendasar yang tak pernah lupa diacu. Konon, kegagalan gerakan rakyat sekarang

Film Pesta Oligarki: Apakah Oligarki Membunuh Demokrasi?

Pesta Oligarki masih percaya bahwa demokrasi dapat ditubuhkan menjadi negara melalui prinsip representasi. Padahal, prinsip representasi negara telah nyaris sepenuhnya terintegrasi ke dalam mekanisme oligarki yang mereproduksinya.

Strategi Alternatif Politik Elektoral (kiri)

  MENYIMAK berbagai artikel dan editorial IndoPROGRESS dalam kurun waktu 4 bulan terakhir ini, diskursus utama yang coba dihadirkan adalah soal bagaimana kalangan kiri progresif

Cak Tarno

Cak Tarno dan kedai bukunya. Kredit foto: Cak Tarno Institute (CTI) – WordPress.com KIOS buku itu kecil saja. Lima orang berada di dalamnya, ia sudah

Marxisme dan Keniscayaan Kausal

MARILAH kita bayangkan sebuah situasi yang tak jarang kita jumpai. Salah seorang kenalan lama yang baru saja bertemu kembali berdiskusi dengan kita tentang situasi politik dan ekonomi aktual. Dalam tahap tertentu pembicaraan itu, mengetahui bahwa kita adalah Marxis atau bersimpati pada Marxisme, ia kemudian melontarkan pertanyaan yang tipikal: ‘Tapi bukankah analisis Marxis tentang kapitalisme terbukti keliru? Nyatanya, kapitalisme tak niscaya runtuh seperti diprediksi Marx. Malah sebaliknya, sekarang kapitalisme tumbuh subur di mana-mana. Bukannya itu menunjukkan bahwa Marxisme gagal?’

Kaya, Berkuasa, Mengiba-iba

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   SAYA tak gemar suudzon. Drama Ratna Sarumpaet, yang tak kalah recehannya dengan serial televisi Tanah Air kegemaran kalian, konon,

Marxisme dan Neurosains

Kredit ilustrasi: University of Bordeaux APA yang ada di bayangan kamu ketika mendengar neurosains? Sebelum mengetahuinya dari dosen dan teman sekampus, saya pasti berpendapat bahwa

In Memoriam A.S. Dharta (1924-2007)

SEPI sudah. Tak ada diskusi-diskusi, tak ada canda. Tak ada panutan. Selepas pemakaman A.S. Dharta atau Klara Akustia, anak dan cucu-cucunya terdiam di kamar kecil

Yu Patmi Adalah Sang Mustadh’afin

Kredit ilustrasi: Ivana Kurniawati/www.ingrum.org   لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا

57 Tahun Intelektualisme PMII

Penyegaran dan “Modernisasi” NU tidak lepas dari keberhasilan PMII. Kader-kader PMII menyebar hampir kesemua lini NU se-Nusantara. Ketaatan kultural terhadap Ulama yang membangun Jam’iyah NU

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.