
Tentang Pasang Surutnya Badai Itu: Riwayat Pers Kiri di Indonesia (Bagian I)
Jalan yang kutuju amat panas, Banyak duri pun anginnya keras Tali-tali mesti kami tatas Palang-palang juga kami papas Supaya jalannya SAMA RATA Yang berjalan

Jalan yang kutuju amat panas, Banyak duri pun anginnya keras Tali-tali mesti kami tatas Palang-palang juga kami papas Supaya jalannya SAMA RATA Yang berjalan

Kredit foto: abc.net.au (1) DELAPAN tahun silam, ketika masih bergiat di satu organisasi mahasiswa Muslim di Indonesia, saya mendapat kesempatan memoderatori sebuah diskusi seru: bedah
Kisah Tentang Kekerasan Seksual Prajurit TNI di Papua Barat AGUSTUS 2009, selama dua minggu saya tinggal di Kampung Bupul. Kampung Bupul merupakan wilayah administrasi dari

Islam mendorong kita untuk berpengetahuan, memahami kontradiksi dalam sistem sosial, ekonomi, dan kesehatan kita, dan mendorong penyelesaian masalah secara ilmiah.

PEMBANGUNAN adalah tema yang kerap kali muncul dalam diskursus teoretik Marxisme dan kritik pembangunan serta gerakan Kiri. Tetapi, pasca kelemahan dan kritik atas teori-teori ketergantungan (dependency theories), kritik atas pembangunan pun mulai dipertanyakan validitasnya atas nama ‘obyektivitas pengetahuan.’ Tidak ada alternatif lain, there is no alternative, di luar kapitalisme dan fundamentalisme pasar. Sebagai hasilnya, praktek-praktek ala institusi keuangan internasional seperti Bank Dunia (World Bank) dianggap sebagai satu-satunya jalan mujarab menuju kemajuan dan kemakmuran. Tapi benarkah?

KALA itu. Jum’at, 20 Maret 2015. Sebuah peristiwa yang tidak biasa menyentak rutinitas saya. Saya mahasiswa biasa. Bukan aktivis, bukan pula mahasiswa rajin pemburu nilai

Kredit foto: World News HARI ini, 2 Desember 2016, merupakan ‘Aksi Bela Islam’ gelombang kedua. Aksi massa ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya pada

DALAM rangka menjawab tanggapan Muhammad Ridha atas tulisan saya, tesis oligarki tentang ekonomi-politik Indonesia relevan untuk kembali didiskusikan. Menurut saya, tesis ini dapat membantu menunjukkan

In Memoriam Oktovianus Pogau (1992-2016) Yesus, mengapa Kau harus lahir di Betlehem, tidak di negeriku? Negeriku kini berdarah-darah Tetesan air mata, bau anyir kekerasan Terdengar

Kredit ilustrasi: NCCJ SYAHDAN, Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya ‘Ulumuddin pernah membagi puasa ke dalam tiga kategori. Puasa kategori pertama adalah puasa awwam, puasa
SEJAK diterbitkannya buku “Revolusi Permanen” karya Leon Trotsky, di Indonesia beberapa bulan lalu, beberapa tanggapan telah dilontarkan yang isinya adalah kurang lebih: “Revolusi Permanen” tidaklah

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) ADA dua idiom yang tengah santer di kuping kita hari-hari ini. “Kecil” dan “Insignifikan.” Gerakan kiri, katanya, “kecil” dan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.