1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 117

Paling Sering Dibaca

Jalan Terjal Komune Paris (Bagian I)

Ilustrasi: Illustruth KAUM borjuis Prancis telah lama meraih kemenangan. Sejak revolusi 1789, mereka adalah kelompok yang meraup kekayaan, sementara kelas pekerja secara terus-terusan harus menanggung

Pemilu Lokal di Kuba

Fidel Castro sedang memberikan hak suaranya pada pemilu nasional/lokal Kuba, 2010. Kredit foto: Reuters/Ismael Fransisco/Cubadebate.Handout   BANYAK kalangan berpendapat, bahwa komunisme tidak mengenal kosakata demokrasi.

Malapetaka ‘65 yang Belum Usai

Resensi Buku Judul buku: Malapetaka di Indonesia: sebuah renungan tentang pengalaman sejarah gerakan kiri Penulis: Max Lane Penerbit: Penerbit Djaman Baroe, 2012 Tebal: xiv +

LGBT, Negara dan Perjuangan Kita

MENTERI Agama sudah bersikap, demikian pula KOMNAS HAM. Yang pertama menganggap pernikahan sejenis sulit diterima karena masyarakat kita relijius. Yang kedua lugas menyatakannya sebagai tindakan

Alkitab dan Transformasi Dunia

Kredit ilustrasi: thisishell.com ARTIKEL berjudul “Communism and Religion Can’t Coexist” yang ditulis oleh Marion Smith, direktur eksekutif yayasan Victims of Communism Memorial,dalam harian Wall Street

Marxisme dan Meditasi (2)

  KALAU di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan kepada Anda soal meditasi dan apa yang bisa kita petik dari sana, kali ini saya akan meneruskan

Hilang dan Mati Pasca 65

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   TIDAK ada keraguan bahwa jumlah korban kekerasan Peristiwa G30S 1965, sangatlah luar biasa besar. Namun, yang masih samar adalah

Sumber Daya Data User

PERTENGAHAN tahun 2017 lalu, majalah The Economist menyatakan bahwa di era ekonomi digital ini, data adalah sumber daya yang baru. Ia bahkan digadang sebagai “minyak

Marxisme dan Kalkulasi Sosialis

KARL Marx adalah seorang teoretisi kapitalisme ketimbang sosialisme atau komunisme. Tentu banyak dari kita yang akan heran mendengar pernyataan itu. Bagaimana mungkin Marx—yang merupakan bapak sosialisme ilmiah dan menginsiprasikan banyak orang untuk mengupayakan transisi dari kapitalisme ke sosialisme dan dari sosialisme ke komunisme—bisa disebut sebagai ‘seorang teoretisi kapitalisme?’ Kita mesti jernih: ‘teoretisi kapitalisme’ atau ‘ahli ekonomi kapitalis’ tidak sama dengan ‘pembela kapitalisme;’ seseorang bisa saja menjadi ahli sesuatu tanpa memuja sesuatu itu. Derajat kepakaran Marx terhadap isu-isu perekonomian kapitalis tercermin dalam tiga jilid Das Kapital-nya. Apa yang tak kita temukan dalam ketiga jilid tersebut adalah pemaparan tentang sosialisme maupun komunisme. Model ekonomi sosialis dan komunis lebih merupakan sesuatu yang diimplikasikan secara tidak langsung dalam karya-karya Marx: misalnya, karena kapitalisme bertopang pada produksi komoditas (nilai), maka alternatif terhadapnya—entah dalam wujud sosialisme atau komunisme—mesti menghapus sistem produksi berbasis komoditas (nilai). Itulah sebabnya kaum Marxis di kemudian hari mesti bersusah-payah merekonstruksi Der Sozialismus dan Der Kommunismus dari Das Kapital. Kerja-kerja teoritis dan praktis macam itulah yang dibebankan ke pundak Lenin, Stalin, Mao dan kaum Marxis pada umumnya.

PKB, NU dan Khittah yang Ambigu

SEPERTINYA, perseteruan antara Nahdlatul Ulama (NU)—yang direpresentasikan dengan kiai-kiai khittah 1926—dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) —baik kiai yang—dalam frasa sinis Azyumardi Azra— ‘political oriented’ maupun

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.