
Bintang Kejora Yang Mati Muda
In Memoriam Oktovianus Pogau (1992-2016) Yesus, mengapa Kau harus lahir di Betlehem, tidak di negeriku? Negeriku kini berdarah-darah Tetesan air mata, bau anyir kekerasan Terdengar

In Memoriam Oktovianus Pogau (1992-2016) Yesus, mengapa Kau harus lahir di Betlehem, tidak di negeriku? Negeriku kini berdarah-darah Tetesan air mata, bau anyir kekerasan Terdengar
SEJAK diterbitkannya buku “Revolusi Permanen” karya Leon Trotsky, di Indonesia beberapa bulan lalu, beberapa tanggapan telah dilontarkan yang isinya adalah kurang lebih: “Revolusi Permanen” tidaklah
Jawaban Terhadap Ragil Nugroho SUDAH terlalu sering kita temui mereka-mereka yang mencolek Marxisme dan Leninisme untuk menambal pemikiran mereka yang bolong-bolong, dengan harapan kalau-kalau

Adakah bahasa yang terpadu untuk semua cabang kesenian? Inilah pertanyaan kita kali ini. Faktanya, setiap cabang seni memiliki bahasa sendiri. Seni rupa memiliki bahasa rupa, seni musik memiliki bahasa nada dan ritme, demikian pula seni sastra, pertunjukan dan film memiliki bahasanya sendiri-sendiri. Sekilas seperti tak ada bahasa yang cukup seragam untuk menerjemahkan ekspresi estetik dari satu cabang kesenian ke ekspresi estetik cabang yang lain. Proses penerjemahan antar cabang seni itu, kalaupun mungkin dilakukan, lazimnya diwujudkan lewat penafsiran arbitrer seperti puisi yang ditafsirkan menjadi musik, lukisan yang ditafsirkan menjadi puisi, dan sebagainya. Penafsiran ini dikatakan arbitrer sebab baik semantik (makna) maupun sintaksis (struktur linguistik) seni itu berubah ketika diterjemahkan. Karenanya, kita dapat bertanya: adakah cara penerjemahan antar cabang seni yang lebih kurang arbitrer dibanding cara-cara tradisional?

Seminari Menengah Mataloko, Ngada, Flores. Kredit foto:nanafrans.wordpress.com (Tanggapan Untuk Silvano Keo Bhaghi) TULISAN saudara Bhaghi[1] di IndoPROGRESS berjudul “Orang Miskin Dilarang Masuk Sekolah Katolik di

MENTERI Agama sudah bersikap, demikian pula KOMNAS HAM. Yang pertama menganggap pernikahan sejenis sulit diterima karena masyarakat kita relijius. Yang kedua lugas menyatakannya sebagai tindakan

“BLAIK, KOK CUMA target segini bulan September, Wan?” ucap Pak Kartomo. Matanya terbelalak. “Ehh, kok blaik, astaghfirullah maksudku, Wan. Maaf ya, aku lupa kalau kita bekerja di Bank Syariah.”

Kredit ilustrasi: thisishell.com ARTIKEL berjudul “Communism and Religion Can’t Coexist” yang ditulis oleh Marion Smith, direktur eksekutif yayasan Victims of Communism Memorial,dalam harian Wall Street

MANTAN orang kuat dalam militer kini mencalonkan diri menjadi presiden Indonesia. Prabowo Subianto, jendral yang pernah dilatih Amerika Serikat, menjadi tersangka berbagai tuduhan pelanggaran HAM
Latar SENORI, desa kelahiranku, dan desa tetangganya tempat orang tuaku kemudian bermukim, Bangilan, merupakan daerah berkapur di Kabupaten Tuban yang seluruh penjuru wilayahnya dikelilingi oleh

Kredit foto: newscorner.id TAHUN 2019, Golfrid Siregar –aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) di Sumatera Utara— meninggal dunia secara misterius. Ia diduga dibunuh secara terencana di
WHAT Went Wrong? Demikianlah kata Bernard Lewis[i], sang orientalis ahli Islam kenamaan dari Inggris tersebut. Mulai dari tragedi 9/11 hingga tragedi Sampang, konflik Israel-Palestina hingga
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.