1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 109

Paling Sering Dibaca

Yu Patmi Adalah Sang Mustadh’afin

Kredit ilustrasi: Ivana Kurniawati/www.ingrum.org   لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا

57 Tahun Intelektualisme PMII

Penyegaran dan “Modernisasi” NU tidak lepas dari keberhasilan PMII. Kader-kader PMII menyebar hampir kesemua lini NU se-Nusantara. Ketaatan kultural terhadap Ulama yang membangun Jam’iyah NU

‘Der Junge Karl Marx’ (2017)

Kredit ilustrasi: aureliehuet.com   DER Junge Karl Marx (atau “Le Jeune Karl Marx” dan “The Young Karl Marx”) adalah film biopik besutan sutradara Raoul Pack.

LGBT, Negara dan Perjuangan Kita

MENTERI Agama sudah bersikap, demikian pula KOMNAS HAM. Yang pertama menganggap pernikahan sejenis sulit diterima karena masyarakat kita relijius. Yang kedua lugas menyatakannya sebagai tindakan

Prof. Vedi R. Hadiz: Gerakan buruh mesti menjadi bagian dari perjuangan yang lebih luas

PASCA runtuhnya rezim Orde Baru Soeharto, Indonesia memasuki satu tahapan baru dari perkembangan kapitalisme, yakni tahap kapitalisme-neoliberal. Tahapan ini mensyaratkan pergeseran peran negara ke arah yang lebih melayani kepentingan produksi dan reproduksi kapital, ketimbang beperan sebagai pelayan kepentingan publik.

Dalam pergeseran fungsi negara itu, demokrasi lantas hanya menjadi kendaraan bagi elite untuk mengukuhkan kekuasaan oligarkisnya, dan membendung bangkitnya kekuatan rakyat yang independen, dengan memainkan isu-isu berlatar etnis dan keagamaan. Melalui isu-isu berbasis identitas ini, keresahan rakyat akibat penerapan kebijakan neoliberal yang dikemudikan oleh oligarki dikanalisasi ke jurusan sektarianisme sekaligus dibonsai perkembangan kesadaran kelasnya. Konflik yang berkembang lantas menjadi konflik horisontal.

Sesat Pembangunan ala Bank Dunia di Asia Tenggara

PEMBANGUNAN adalah tema yang kerap kali muncul dalam diskursus teoretik Marxisme dan kritik pembangunan serta gerakan Kiri. Tetapi, pasca kelemahan dan kritik atas teori-teori ketergantungan (dependency theories), kritik atas pembangunan pun mulai dipertanyakan validitasnya atas nama ‘obyektivitas pengetahuan.’ Tidak ada alternatif lain, there is no alternative, di luar kapitalisme dan fundamentalisme pasar. Sebagai hasilnya, praktek-praktek ala institusi keuangan internasional seperti Bank Dunia (World Bank) dianggap sebagai satu-satunya jalan mujarab menuju kemajuan dan kemakmuran. Tapi benarkah?

Memento Dari Pulau ‘Purgatorio’

(Sebentuk Apresiasi atas Buku Hersri Setiawan Memoar Pulau Buru I)[1]   Budi Irawanto[2]   Ibergekumene tsores iz gut tsu dertseylin. Troubles overcome are good to

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.