1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 109

Paling Sering Dibaca

Militerisme dan Kita, di Tahun-tahun Orba

(Sekedar Renungan Menjelang 50 Tahun Tragedi 65) Aku seorang kapiten mempunya pedang panjang kalau berjalan prok prok prok aku seorang kapiten!   LAGU ini sering

Estetika dan Kritik Sosial dalam Karya-karya Oscar Wilde (Bagian 2)

DALAM tulisan sebelumnya kita sudah membahas karya-karya Oscar Wilde secara cukup detail. Kali ini, saya akan membahas era Victoria, yakni konteks waktu di mana Wilde tumbuh, berkarya dan merumuskan kritiknya. Wilde adalah anak zaman sekaligus salah seorang kritik terdepan atas Victorianisme, suatu periode yang memungkinkan Wilde berkembang, yang dia kritik secara keras namun jenaka, namun secara ironis akhirnya menjebloskan dirinya ke dalam penjara—satu dari sedikit contoh turbulensi sejarah yang dialami oleh masyarakat Inggris dalam perkembangannya di masa tersebut.

Tragedi Para Pemimpi

Ilustrasi oleh Illustruth ORANG-ORANG tahu Parasite padat alegori. Kecuali bapak-bapak bersemangat yang ingin film kritik kapitalisme cuma berisi bakuhantam dua jam penuh dengan aparat, orang paham

The Very Best of Fluxcup

Pengantar oleh Martin Suryajaya AMBYAR—itulah kesan pertama yang saya dapati ketika menengok sejumlah karya Yusuf Ismail A.K.A. Ucup A.K.A. Fluxcup di kanal video Youtube. Seniman

Pengacara, LBH, dan Gerakan Sosial

PROFESI mulia dan terhormat (officium nobile), seringkali dilekatkan kepada pengacara atau advokat. Posisinya disejajarkan dengan hakim dan jaksa yang dilindungi oleh undang-undang dalam menjalankan tugasnya.

Kaya, Berkuasa, Mengiba-iba

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   SAYA tak gemar suudzon. Drama Ratna Sarumpaet, yang tak kalah recehannya dengan serial televisi Tanah Air kegemaran kalian, konon,

Prof. Vedi R. Hadiz: Gerakan buruh mesti menjadi bagian dari perjuangan yang lebih luas

PASCA runtuhnya rezim Orde Baru Soeharto, Indonesia memasuki satu tahapan baru dari perkembangan kapitalisme, yakni tahap kapitalisme-neoliberal. Tahapan ini mensyaratkan pergeseran peran negara ke arah yang lebih melayani kepentingan produksi dan reproduksi kapital, ketimbang beperan sebagai pelayan kepentingan publik.

Dalam pergeseran fungsi negara itu, demokrasi lantas hanya menjadi kendaraan bagi elite untuk mengukuhkan kekuasaan oligarkisnya, dan membendung bangkitnya kekuatan rakyat yang independen, dengan memainkan isu-isu berlatar etnis dan keagamaan. Melalui isu-isu berbasis identitas ini, keresahan rakyat akibat penerapan kebijakan neoliberal yang dikemudikan oleh oligarki dikanalisasi ke jurusan sektarianisme sekaligus dibonsai perkembangan kesadaran kelasnya. Konflik yang berkembang lantas menjadi konflik horisontal.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.