Babak Baru Persoalan Papua di PBB
Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) PERSOALAN Papua di PBB kini memasuki babak baru. Bukan saja karena telah ada tujuh negara sebagai subjek hukum internasional
Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) PERSOALAN Papua di PBB kini memasuki babak baru. Bukan saja karena telah ada tujuh negara sebagai subjek hukum internasional

KADAR demokrasi suatu negara sesungguhnya bisa dilihat dari pilihan film yang tersedia bagi masyarakatnya. Logikanya: semakin beragam film yang beredar di publik, semakin terbuka pula masyarakatnya
Catatan untuk Justinus Prastowo ARTIKEL panjang dari Justinus Prastowo, sangat menarik untuk didiskusikan. Pemaparannya tentang konsepsi Gramsci mengenai Civil Society, sangat membantu kita untuk memetakan

Kredit foto: ZVAB HEGEL pernah mencatat bahwa semua fakta dan tokoh besar dalam sejarah dunia muncul dua kali. Ia lupa menambahkan, pertama kali sebagai

Kredit ilustrasi: aureliehuet.com DER Junge Karl Marx (atau “Le Jeune Karl Marx” dan “The Young Karl Marx”) adalah film biopik besutan sutradara Raoul Pack.

“Inferioritas SMK semakin menjadi dengan banyaknya stigma sosial yang disematkan ke pelajar SMK. Sepanjang tahun 2020, misalnya, publik ramai mencap negatif partisipasi pelajar SMK di aksi menentang omnibus law. Partisipasi mereka dianggap sebagai kenakalan remaja, alih-alih memahami bahwa memang karena omnibus law berdampak negatif pada nasib mereka di pasar tenaga kerja kelak.”
Gambar diambil dari ideologicalfightback.com DI BEBERAPA tulisan sebelumnya (di sini dan di sini), saya sudah paparkan bahwa kelas itu kategori sosial yang dipertautkan relasi

Ilustrasi: Illustruth Pada tahun 2005 Fidel Castro pernah melayani sebuah wawancara televisi. Ia diwawancarai oleh seorang pria yang mengenakan kaos Ernesto “Che” Guevarra, beranting, berkalung
Tanggapan untuk Roysepta Abimanyu Artikel Roysepta Abimanyu, “Berbicara Kembali Tentang Kesadaran Politik (Kelas),” menarik untuk didiskusikan lebih lanjut. Dalam artikel itu, Abimanyu membahas dengan jernih

Jurnal Indoprogress III/ Januari 2013 Krisis ekonomi 1997 memberikan pemahaman kepada rakyat Indonesia bahwa rezim ekonomi politik otoriter Orde Baru Soeharto yang saat masih berkuasa,

Para seniman sayap kiri Rusia, pada periode Lenin, banyak mengklaim bahwa revolusi artistik mendahului revolusi politik. Film sebagai sebuah medium yang mampu merekam “gerak” adalah

idak bisa dimungkiri, krisis ekonomi Iran bukan semata-mata disebabkan oleh penerapan kebijakan neoliberal dan persekongkolan elite yang diuntungkan oleh kebijakan-kebijakan itu, melainkan juga oleh embargo ekonomi selama puluhan tahun yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat beserta sekutu-sekutunya.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.