1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 102

Paling Sering Dibaca

Negeri, Negara & Menjadi Merdeka (I)

Kredit ilustrasi: akarfoundation.wordpress.com ‘Tim-Tim’, Orde Baru & Nasionalisme-Amarah “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya ..” (W.R. Soepratman, Indonesia Raya, 1945) POLITISI mempunyai budaya politik tertentu. Di Indonesia,

Elite Serikat Buruh Ngehek

Kredit foto: Didaktika UNJ DEMONSTRASI kaum muda (Mahasiswa dan Pelajar/STM) sejak tanggal 19 hingga 30 September 2019, merupakan fenomena baru di zaman milenial. Mahasiswa dan

Suara Tuhan

Kredit foto: amoils.com   SEMINGGU lalu saya naik taksi untuk pergi ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Setelah menjelaskan tujuan dan meramalkan cuaca, saya bertanya

Amir Sjarifuddin, Politikus Negarawan (1)

“Bunga telah berguguran, dimusim semi nanti pasti mekar kembali simpan harum-wanginya hingga di tahun mendatang.”-Mao Zedong- KALAU saja Amir Sjarifuddin, tidak dipenjara balatentara pendudukan Jepang,

Di Bawah Kekuasaan Benda-Benda

Refleksi Anak Muda Yang Teralienasi SEBELUM memulai diskusi ini, saya ingin menegaskan lebih dahulu, alienasi (keterasingan) seperti apa yang akan kita bicarakan. Dalam kesempatan ini,

Pasang Naik Populisme Kanan?

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   PEMILIHAN gubernur DKI Jakarta 2017 menandakan sebuah perubahan yang signifikan dalam politik Indonesia. Pemilihan yang menghasilkan terpilihnya Anies Baswedan

Bergereja Berarti Melawan

Kredit foto: Anakpawis Partylist   SEBENARNYA, apakah gereja itu? Gereja, selama ini, selalu dipahami hanya sebatas gedung. Biasanya, itu adalah tempat orang Kristen berkumpul tiap

Komunis

INI aknedot yang pernah dimuat di majalah terbitan Amerika: Dua babi hilang. Seorang opsir intel rezim Fulgencio Batista y Zaldivar—diktator Kuba—sibuk mencarinya. Dua babi itu

Marxisme dan Matematika

TAK BANYAK orang yang tahu bahwa Marx meninggalkan manuskrip seribu lembar tentang matematika. Manuskrip itu ia tuliskan selama waktu senggang pada tahun 1881. Isinya adalah pemaparan tentang kalkulus diferensial. Proyek penulisan itu tak hanya memiliki nilai rekreasional bagi Marx, tetapi juga ditujukan untuk menguasai salah satu sarana kunci dalam program kritik ekonomi-politik yang tengah ia jalankan. Paul Lafargue melaporkan bagaimana Marx percaya bahwa ‘sebuah ilmu tak akan sungguh-sungguh berkembang sebelum ilmu tersebut belajar menggunakan matematika.’

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.