
Kami Bersama Gerakan Massa #ReformasiDikorupsi
Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp. International Unlimited) SEJAK seminggu yang lalu, kaum muda Indonesia (mahasiswa dan pelajar) serta elemen rakyat pekerja lainnya melancarkan aksi-aksi massa

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp. International Unlimited) SEJAK seminggu yang lalu, kaum muda Indonesia (mahasiswa dan pelajar) serta elemen rakyat pekerja lainnya melancarkan aksi-aksi massa

Kredit ilustrasi:Aktual.com SEJAK menjabat sebagai presiden, Joko Widodo telah menjadikan infrastruktur sebagai sector yang prioritas pembangunannya. Ini dibuktikan dengan perencanaan 245 proyek di seluruh
ANALISA EKONOMI POLITIK SALAH satu reaksi terhadap krisis kapitalisme di Asia akhir 1990an, negara-negara kapitalis kemudian menginisiasi pembentukan forum G20 di tahun 1999. Awalnya hanya

“Menghadirkan suara-suara marjinal dalam ruang maupun wacana publik bukan lagi sekadar soal inklusivitas, melainkan juga soal sejauh mana kita ingin mendekatkan diri kepada kebenaran yang membawa kita kepada pembebasan.”

Saya bukan seorang kritikus sastra. Saya seorang penyair. Terpisah dari berhasil-tidaknya sajak-sajak saya. Saya terima acara ini dari Panitia Simposium atas dasar pengertian bahwa juga seorang yang bukan kritikus sastra ada baiknya diberi kesempatan mengemukakan pandangannya mengenai kritik sastra. Ditambah lagi, dalam kedudukan saya sebagai Sekretaris Umum Sekretarian Pusat Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), saya kira ada kebutuhan dari simposium ini untuk mendengarkan pendapat seorang anggota pimpinan Lekra tentang kritik sastra berdasarkan pandangan kebudayaan untuk rakyat. Saya sendiri menganggap kesempatan ini berguna untuk mengemukakan pandangan seorang anggota pimpinan Lekra tentang kritik sastra.
PADA malam paskah 24 April itu, aku menyaksikan bangkitnya Tan Malaka dari liang kuburnya. Ia hadir di tengah-tengah massa cerdik cendekia dalam gedung Graha Bakti

Dua edisi dari 1932 Naskah-naskah Ekonomi-Filsafat tahun 1844 (Economic-Philosophic Manuscripts of 1884) adalah salah satu di antara tulisan-tulisan paling terkenal Marx, dan yang paling banyak

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) KONJUNGTUR “sitsoskopol” (situasi sosial-ekonomi-politik) Indonesia hari ini, bila dirumuskan secara padat, dapat digambarkan demikian. 1/ Situasi global NKRI adalah

Jokowi mengalungkan pada dirinya semua citra buruk yang sejauh ini diproyeksikan pada lawan politik lamanya—Prabowo. Ia bersama para politisi mencukur gundul hak-hak kita. Aparat, korporat, politisi berkedok pemuka agama memperoleh keleluasaan sebesar-besarnya untuk mengancuk kita.

WARGA Nahdliyyin, basis sosial masyarakat yang memiliki afiliasi ideologis dan kultural dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, menduduki posisi yang sering kali

Setelah revolusi Oktober 1917 di Rusia, pergerakan politik di negeri-negeri jajahan terinspirasi untuk menjadi radikal, global, dan revolusioner. Di Hindia Belanda, lahir dari perkawinan antara partai sosialis ISDV (Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda) dan kaum merah partai Sarekat Islam, Partai Komunis Indonesia didirikan di Semarang pada Mei 1920. Pada tahun yang sama PKI bergabung dengan Komintern (Komunis International) yang berpusat di Rusia.
KETIKA kapitalisme bekerja meruyak meresapi sendi-sendi kehidupan dengan begitu solidnya, kita, kaum kiri, masih dihadapkan pada peliknya menghadapi pertentangan-pertentangan internal, saling sikut dan konfrontasi pemikiran,
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.