
Membuka Tabir di balik Buku Pelajaran Kita
BILA INGAT TRAGEDI 1965, saya jadi ingat puisi Afrizal Malna yang berjudul “Pohon Pisang di Pinggir Kali” (1988). Entah mengapa saya seperti diajak untuk mengimajinasikan peristiwa

BILA INGAT TRAGEDI 1965, saya jadi ingat puisi Afrizal Malna yang berjudul “Pohon Pisang di Pinggir Kali” (1988). Entah mengapa saya seperti diajak untuk mengimajinasikan peristiwa

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp. International Unlimited) SEJAK seminggu yang lalu, kaum muda Indonesia (mahasiswa dan pelajar) serta elemen rakyat pekerja lainnya melancarkan aksi-aksi massa

Kredit ilustrasi: suarahati.org SYAHDAN, KH Ahmad Dahlan pernah mengajarkan sebuah surah dalam Al-Qur’an secara berulang-ulang. Di setiap forum pengajian, beliau tak bosan-bosan mengulang ayat

Kredit foto: Bangsa Online SAMBUTAN “baik” Jokowi atas rencana restrukturisasi dan revisi UU TNI sebagai solusi dari jalan buntu surplus perwira menengah, dengan membuka pos-pos

PADA tahun 2005, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Depertemen Pertanian mempromosikan manajemen pertanian untuk meningkatkan produksi beras nasional guna mencapai kedaulatan pangan beras pada tahun
TUGAS utama teologi materialis bukan hanya memahami tuhan materialis, namun terlebih ia juga menginvestigasi segala daya upaya untuk mengondisikan kehadirannya. Hal ini utamanya dilakukan dengan menetapkan dimensi ontologis dari materi, yaitu sebagai suatu totalitas yang sepaket dengan negativitasnya, lack-nya. Mengapa demikian? tuhan yang imanen dalam materi tidak akan pernah kompatibel dengan sifat keterhinggaan materi tersebut; ia akan selalu melubangi materi.

Kita perlu front pembela Islam yang sesungguhnya: membela umat yang harus membayar mahal untuk pengobatan COVID-19, mereka yang tidak bisa mengakses dan membeli vaksin, atau mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

DARI sekian banyak peristiwa yang mewarnai gelombang anti-Trump, ada satu fenomena menarik. Yaitu kembalinya novel George Orwell, 1984, ke jajaran buku terlaris, setidaknya di Amerika Serikat. Mulai dari New York Times, Telegraph, Guardian,

“Ia terlahir, dengan kesakitan, sebagai anak zaman, yang melahirkan zaman.” Aidit MENTENG 31. Belasan pemuda berkumpul di bawah pohon jarak. Mereka mendiskusikan soal situasi dunia

SELAMA musim pemilu 2014 yang amat panjang dan melelahkan ini, sebagian kelas menengah kita di republik medsos menggerutu karena wall-nya penuh dengan ‘copras-capres’. Pilpres kali

Fathimah Fildzah Izzati, anggota redaksi Left Book Review IndoProgress, peneliti di Pusat Penelitian Politik LIPI Judul buku : Women’s Oppression Today: The Marxist/Feminist

Inilah yang membuat BPP tak sekadar gerakan politik identitas; mereka berangkat dari tujuan substantif memperjuangkan hajat hidup manusia lewat identitas sosial sebagai metode pemersatu barisan perjuangan rakyat.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.