
Proses Valorisasi
Kredit ilustrasi: abetterworldisprobable.wordpress.com KALI ini akan didiskusikan sebagian apsek dari apa yang disebut sebagai ‘logika kapital’. Logika kapital, dapat dibedakan umpamanya dengan “sejarah kapital”.

Kredit ilustrasi: abetterworldisprobable.wordpress.com KALI ini akan didiskusikan sebagian apsek dari apa yang disebut sebagai ‘logika kapital’. Logika kapital, dapat dibedakan umpamanya dengan “sejarah kapital”.

BEBERAPA bulan lalu, saya dan kawan-kawan terlibat dalam advokasi penggusuran pegiat usaha stasiun di Jabodetabek. Sebagaimana tulisan saya sebelumnya, Merebut Hak Atas Kota: Catatan Perlawanan Pegiat Usaha Stasiun Pos Duri[1], sedikit banyak disampaikan bagaimana pegiat usaha yang ada di Stasiun se-Jabodetabek digusur tanpa adanya kompensasi maupun relokasi oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) dari tempat usaha mereka yang telah sah dibeli secara hukum. Tak adanya tawaran solusi dari PT. KAI itu membuat pegiat usaha membentuk barisan untuk melawan bentuk peminggiran dan pemiskinan atas kehidupan mereka. Dalam perjuangannya tersebut, pegiat usaha melakukan berbagai metode perlawanan, baik diplomasi ke pihak pemerintah hingga aksi demonstrasi di lapangan. Meskipun akhirnya tergusur, tetapi pengalaman bersama para pegiat usaha dalam usaha melawan penggusuran tersebut, membuka tabir bagaimana kehidupan kota saat ini sebenarnya ditata. Bahwa kehidupan kota menjadi titik sentral dari akumulasi kapital yang mengondisikan usaha pengelolaannya.
Jawaban untuk Martin Surjajaya dan tidak hanya untuk Martin I APA YANG akan terjadi jika pada suatu hari, pemikiran saya dianggap demikian berpengaruh, atau setidaknya
“Buku Perempuan dan Anak-Anaknya tidak sekadar menawarkan fungsi sastra sebagai sarana hiburan, namun juga fungsi sastra yang membentangkan cakrawala harapan (horizon of expectation) yang menstimulus lahirnya tujuan-tujuan baru yang memiliki dimensi penyadaran melalui kisah-kisah di dalamnya.”
PEMERINTAH tampaknya sudah bulat akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ini terlihat dari pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat membuka sidang kabinet
SEORANG SANTRI yang dibesarkan di pesantren, lalu beranjak hidup dalam realitas urban yang penuh dengan kontradiksi ekonomi dan sosial, dan berkenalan dengan Marxisme sebagai wacana
PADA malam paskah 24 April itu, aku menyaksikan bangkitnya Tan Malaka dari liang kuburnya. Ia hadir di tengah-tengah massa cerdik cendekia dalam gedung Graha Bakti

SETELAH merebaknya teror atas nama Islam di berbagai belahan penjuru dunia, seperti penyerangan dan peledakan bom bunuh diri di tempat-tempat publik seperti gereja, bandara, stasiun

Judul Buku : Sosialisme Sekarang Juga Penulis : Michael A. Lebowitz Penerbit : Resist Book Tahun : 2009 Tebal : 247 halaman Imagine no possessions

MARI kita mulai dari apa yang oleh kaum Marxis sebut ‘hukum nilai’. Hukum ini menyatakan bahwa semua komoditas dipertukarkan satu sama lainnya sesuai nilainya, yakni

Keberanian bisa menular. Ketika seorang pemberani mempertahankan keberanianya, semua orang menjadi tegak (Billy Graham) Kita harus membangun tanggul keberanian untuk menahan banjir rasa takut
Pendahuluan BEBERAPA hari lalu, perhatian publik kita banyak tertuju pada proses penggusuran warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Pro dan kontra muncul dalam opini publik
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.