1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 75

Harian Indoprogress

Dorongan anti-imperialisme sebenarnya telah lama berlangsung. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin menimbulkan kekhawatiran di kalangan Barat akibat berbagai perubahan dan dinamika geopolitik yang muncul.
Represi politik menghalangi perubahan dari dalam; sanksi menutup pintu terhadap dunia luar. Keduanya bersama-sama menyempitkan ruang gerak rakyat sebagai pelaku sejarah.
Kontrol negara atas tanah dan sumber daya alam tidak dapat dipahami sepenuhnya sebagai residu kolonialisme. Dalam konfigurasi ekonomi-politik saat ini, hukum yang menopang kontrol negara tersebut kerap berfungsi untuk melayani jaringan oligarki lokal dan nasional.
Dalam tradisi politik Syiah, kematian di tangan musuh memiliki makna yang sangat khusus. Karbala dan gugurnya Imam Hussain bukan sekadar kisah sejarah—keduanya adalah bahasa hidup yang terus membentuk kesadaran politik dan keagamaan, di mana menderita karena kezaliman justru melahirkan kewibawaan moral.

Harian Indoprogress

Adakah “Ulama Organik”?

Kredit ilustrasi: Wikimedia Commons   DALAM Catatan-Catatan Penjara-nya yang terkenal itu, Antonio Gramsci pernah berkata, “semua orang adalah intelektual, tapi tidak semua orang menjadi intelektual

Tiang-Tiang Kayu Besi yang Mulai Keropos

Aktivitas masyarakat Teluk Bintuni. Foto: I Ngurah Suryawan   “…Pengakuan terhadap masyarakat adat tujuh suku di Kabupaten Teluk Bintuni sebenarnya merupakan tantangan tidak hanya kepada

Menuju Penguatan Posisi Politik Orang Miskin

Sebuah Curhat Terhadap Kondisi Pelayanan Kesehatan (health-care) di Republik Indonesia   Retrospeksi Bersama-sama dengan salah satu organisasi masyarakat (Ormas) orang miskin terkemuka di Indonesia, yakni

Asketisme Populis dan Kesaktian Jokowi

Kredit foto: Presiden RI   “Socialismo, o muerte! Socialismo o muerte!” (sosialisme atau mati!) FRASE ini merupakan jargon andalan Hugo Chávez, Evo Morales dan Rafael

Membangun Tanpa Menindas

Kredit foto: Geotimes   DUA tahun setelah Presiden Joko Widodo menjabat, pertanyaan ihwal penegakan hak asasi manusia (HAM) mulai mencuat. Kala itu, Kepala Staf Kepresidenan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.