1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 160

Harian Indoprogress

Konsolidasi politik Indonesia pada 1950-an hingga awal 1960-an, kebangkitan PKI dan mobilisasi massa, hingga upaya Sukarno menempatkan Indonesia sebagai kekuatan antikolonial di tengah Perang Dingin.
Perjalanan intelektual Airlangga Pribadi adalah pencarian politik pembebasan untuk melampaui demokrasi liberal dan relasi kuasa oligarkis. Ia menghubungkan kritik ekonomi-politik, gerakan sosial, dan penafsiran atas Marhaenisme Soekarno.
Eksploitasi, perbudakan, dan perdagangan manusia terhadap buruh migran bukan sekadar akibat lemahnya penegakan hukum, melainkan bagian dari struktur ekonomi-politik kapitalisme yang menempatkan buruh sebagai komoditas dan negara turut melegitimasi serta menikmati akumulasinya.
Dalam kondisi ketika sektor formal tidak mampu menyediakan pekerjaan yang memadai, sektor informal menjadi pilihan untuk bertahan hidup di tengah dinamika kota yang bergerak cepat.

Harian Indoprogress

Saya Ingin Pulang

Kisah Pengungsi Ahmadiyah Yang Merindu Keluarga ‘SAYA INGIN PULANG. Bagaimana caranya?’ Itu kalimat pertama yang menyambut saya ketika bertemu Sutarno bin Mattori, akrab dipangil Tarno,

Sosok Ringkih Yang Kukuh

Mengenang Umar Said SAYA TIDAK ingat dengan pasti, kapan pertama kali bertemu dengan pak Umar (panggilan akrab  saya terhadap Umar Said). Di tahun 2003, saat

Nicos Poulantzas Dan Teori Formasi Sosial

PADA TAHUN 1969, dunia akademik di Eropa Barat dan Amerika Serikat dikejutkan oleh terbitnya buku The State in Capitalist Society, karya ilmuwan politik Marxis asal

Penembakan Tiaka Dan Akumulasi Primitif

SERANGAN berdarah dan mematikan terhadap petani dan nelayan atas nama ekspansi kapital kembali terjadi. Lebih sebulan lalu, senin (22/8), protes nelayan karena operasi pengeboran minyak

Media Massa Tak Memihak Massa

Ulasan Film Judul Film : The Revolution Will Not Be Televised (Revolusi Tak Disiarkan di Televisi) Genre          : Dokumenter Sutradara  

17 Agustus versus 1 Oktober

SAYA datang ke Indonesia pertama kali 1969 dan sudah berkali-kali kembali ke Indonesia. Sebagai seorang yang memulai perjalanan kehidupan intelektual sebagai mahasiswa jurusan studi Indonesia,

Alain Badiou Dan Masa Depan Komunis

Resensi Buku Judul Buku: Alain Badiou dan Masa Depan Marxisme Pengarang: Martin Suryajaya Tebal Buku: xxi + 299 hal. Penerbit: Resist Book, Yogyakarta Edisi: Cetakan Pertama, Agustus 2011 BUKU KARANGAN

Manifesto Komunis dan Komunisme Sekarang

‘Omnia sunt communia (All things are common)…’ – Thomas Muntzer (1524) MENGAPA Manifesto Komunis? Mengapa komunisme sekarang?  Jika kita merefleksikannya pada pengalaman kekinian kita, maka pada

Suluh Yang Tunduk Di Hadapan Kapital

Tanggapan Untuk Goenawan Mohamad (GM) TULISAN panjang GM, Emansipasi: Ngelmu Kuwi, menarik untuk diperbincangkan lebih lanjut. Tanggapan saya ini, khusus menyoroti pemaparan GM tentang aliran

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.