1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 162

Harian Indoprogress

Revisi UU Pemilu semestinya dikaitkan dengan upaya mentransformasi tata kelola partai politik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menguji apakah desain kepemiluan mampu memperkecil politik kartel dan oligarki, mendewasakan praktik politik partai, serta memperkuat lembaga-lembaga demokrasi, atau justru sebaliknya.
Sankara menyimpulkan bahwa pembebasan dari kemiskinan menuntut kedaulatan nasional atas sumber daya, yang kemudian digunakan untuk membangun infrastruktur dasar demi kesejahteraan rakyat. Ia juga menekankan pentingnya hubungan regional dan internasional yang memperkuat identitas kolektif, sebagai fondasi revolusi demokratis dan rakyat yang dikenal sebagai pendekatan Sankaris.
ketahanan Iran terhadap Barat bertumpu pada peradaban sebagai sumber legitimasi, identitas, dan perlawanan anti-imperialis yang beririsan dengan Marxisme. Namun, “dialog antar-peradaban” hanya bermakna sebagai alternatif atas tesis Benturan Antar Peradaban jika disertai perjuangan untuk mengatasi ketimpangan global dan relasi kekuasaan.
Kelas pekerja harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan agenda ekologis.

Harian Indoprogress

Menyibak Tirai Sejarah PKI

RESENSI BUKU Judul buku: Kemunculan Komunisme Indonesia Penulis      : Ruth T. McVey Penerbit     : Komunitas Bambu, 2010 Tebal      

Tragedi 1965?

Menyebut peristiwa pembantaian 1965 sebagai tragedi, sama artinya dengan menutupi kenyataan sejarah

Militer Sebagai Alat Pemukul Kapital

Dalam karya seminalnya the Rise of Capital, dia kemudian melihat militer (terutama para komandannya) terlibat dalam akumulasi kapital. Ini memungkinkan militer mengembangkan kepentingan mereka dalam penerapan kebijakan-kebijakan yang mendukung proses akumulasi modal secara umum, termasuk mengontrol kaum buruh. Juga, karena kegiatan bisnis militer terutama dijalankan melalui kerjasama dengan pemilik modal keturunan China dan pemilik modal asing, maka aliansi politik-ekonomi di antara mereka, memberikan perlindungan yang luar biasa bagi kelas kapitalis itu (China dan Asing).

Sepi Maria Tanpa Sang Prada

Kisah Tentang Kekerasan Seksual Prajurit TNI di Papua Barat AGUSTUS 2009, selama dua minggu saya tinggal di Kampung Bupul. Kampung Bupul merupakan wilayah administrasi dari

Nasionalisme Progresif vs Nasionalisme Reaksioner

DALAM beberapa minggu belakangan ini, jagat politik di Indonesia ramai dengan isu propaganda “Ganyang Malaysia.” Beberapa media gencar menyerukan dan membakar sentimen nasionalisme untuk meraih dukungan rakyat pekerja dalam melancarkan perang terhadap Malaysia.

Tingkah polah media-media itu ibarat provokator dalam gambaran rejim Orde Baru: menyebarkan kebencian, keresahan, dan kekerasan di tengah massa. Siaran sarat bombasme dan sarkasme sekaligus pengejaran akan rating iklan lebih dominan tinimbang aspek informatif dan edukatif. Sehingga patut dipertanyakan, apa makna nasionalisme yang muncul di kepala para penyiar, produser, dan pemilik media tersebut?

Anak-anak (Menjadi) Perantau Ahmadiyah

Bagaimana mereka diusir dari kampung halaman dan besar sebagai pengungsi? PADA SIANG RABU, 13 Februari 2002, Ruhiyatun Fajri terkejut selagi melintasi kota Selong. Di persimpangan

Asal-usul Kekerasan Negara

Sejarah Indonesia sejak zaman kolonial mengonfirmasi, rejim demi melanggengkan kekuasaannnya, selalu menggunakan tangan rakyat sipil untuk meneror rakyat sipil lainnya. Henk Nordholt, sejarawan asal Belanda, menunjuk pemerintah kolonial Belanda, dalam mempertahankan kekuasaannya memanfaatkan para Jago dengan membiarkan mereka melakukan tindakan kriminal dalam hubungan yang saling memanfaatkan. Kendati, seperti ditunjukkan Robert Cribb, fakta menunjukkan bahwa para pelaku kriminal juga berperan besar dalam perlawanan terhadap rejim kolonial, terutama sejak depresi ekonomi (great depression) 1932, di mana organisasi-organisasi gang tumbuh subur karena efek dari krisis itu.

Orde Baru lah yang meneruskan cara-cara regim kolonial dalam menebarkan teror dengan menunggangi kelompok-kelompok sipil. Dimulai dari pembantaian massal 1965, rejim ini juga membentuk dan memelihara organisasi-organisasi kepemudaan a la militer yang terlibat dalam aneka kekerasan: dari pembebasan-pembebasan lahan di kota dan desa untuk investasi, hingga kekerasan-kekerasan politik secara telanjang, seperti peristiwa penyerangan kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Juli 1996.

Demokrasi Melahirkan Oligarki?

SUKSESNYA rekonsolidasi kekuasaan elite, melalui dibentuknya sekretariat gabungan (setgab), yang dipimpin oleh ketua umum partai Golkar, Aburizal Bakrie, telah menyebabkan larisnya teori Kartel Politik sebagai

Senandung Bisu 1965

DI TENGAH kebun jambu mete, Leonardo Lidi, 57 tahun bersenandung. Nadanya terdengar lirih. Musik yang mengiringinya hanya bebunyian suara alam. Dari suara jangkrik hingga gonggongan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.