1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 146

Harian Indoprogress

Penderitaan yang meluas akibat kapitalisme menuntut kita untuk mengorganisir harapan melalui perjuangan kolektif; hanya dengan cara itulah kita dapat membangun masa depan di mana martabat manusia mengungguli motif keuntungan yang destruktif.
Menyempitnya ruang partisipasi dalam politik formal tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Bagi gerakan perlawanan yang memiliki sumber daya dan jaringan yang memadai, tantangan tersebut justru menuntut upaya kolektif untuk membangun partai politik rakyat sekaligus menggalang konsolidasi yang lebih luas guna menolak regulasi yang membatasi partisipasi demokratis warga dalam arena politik formal.
Revolusi merupakan tindakan kolektif rakyat biasa untuk mengubah sistem yang menindas dan mengeksploitasi mereka, sekaligus membangun sistem baru yang membebaskan. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa setelah Revolusi Prancis, unsur-unsur rezim lama tidak sepenuhnya berhasil ditaklukkan.
Karya ini memiliki arti penting bukan sekadar sebagai sumbangan pemikiran akademik dalam memahami neoliberalisme secara struktural, melainkan juga sebagai perangkat analisis kritis bagi kalangan aktivis dalam membaca dinamika kekuasaan, strategi kapital, serta peluang-peluang perlawanan.

Harian Indoprogress

Surat Terbuka kepada Bapak Prabowo Subianto

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh KEPADA Bapak Prabowo Subianto Yang Saya Hormati, Pertama-tama, ijinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya Airlangga Pribadi Kusman, salah satu putra bangsa Indonesia yang

Robohnya Surau Itu

KETIKA saya pertama kali mengikuti Latihan Kepemimpinan (LK) I Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Manado, pada awal 1990an, saya sangat terkesan dengan materi Nilai Identitas

Politik Emansipasi Warga Nahdliyyin (1)

WARGA Nahdliyyin, basis sosial masyarakat yang memiliki afiliasi ideologis dan kultural dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, menduduki posisi yang sering kali

Apa ada Bahaya Fasisme di Indonesia?

PADA pemilu 2014 ini, dengung bahaya fasisme dan militerisme – kedua istilah ini sering dipertukarkan, digunakan berbarengan, atau disandingkan dengan frase-frase menakutkan lainnya (fasisme-religius, semisalnya)

Dua Tubuh Soekarno

Bagaimana Prabowo dan Jokowi menampilkan diri mereka sebagai pelanjut presiden pertama Indonesia, Soekarno.   PENIRU Soekarno yang mana yang akan Anda pilih? Yang mengenakan peci

Ultra-Kiri

SALAH satu hal baru dan mencolok pada Pemilu 2014 ini adalah besarnya antusiasme masyarakat yang memberi sumbangan dana kampanye kepada calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.