1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 139

Harian Indoprogress

Hari ini, kapitalisme negara yang predatoris bersama aliansinya memproduksi berbagai narasi untuk mengalihkan perhatian publik.
Paradigma pembangunan baru tidak boleh mengulangi model lama yang mengorbankan alam dan manusia demi keuntungan. Ia harus berusaha mengambil unsur-unsur baik dari pengalaman masa lalu sekaligus mengelola hubungan antara alam dan manusia secara hati-hati demi kepentingan masyarakat.
Para kapitalis memonopoli alat produksi, di saat manusia membutuhkan alat produksi untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Akibatnya, sebagian besar masyarakat harus menjual tenaga kerjanya kepada kapitalis untuk bisa hidup.
Kwir yang kesejahteraan dan keamanan materialnya bergantung pada keluarga akan menghadapi rasa cemas yang berlipat ganda.

Harian Indoprogress

Sitor Situmorang. Ilmu Alam di Bawah Kata

SITOR SITUMORANG mengeluarkan lukisan-lukisannya, sebagian menggunakan cat air di atas kertas. Rata-rata lukisan pantai dan sebuah lukisan istrinya (Barbara Brouwer) yang sedang tidur. Sebuah lukisan

Wiji Thukul, Mata Sejarah dalam Budaya Bisu

BAHASA seperti sebuah jalan. Beraspal, semen beton, jalan tanah, becek, atau berundak-undak turun dan naik. Bahasa dalam puisi-puisi Wiji Thukul seperti jalan dari tanah, masih menyisakan

Gerakan Mahasiswa, Riwayatmu Kini!

“Tugas Seorang sarjana adalah berfikir dan mencipta yang baru. Mereka harus bisa lepas dari arus masyarakat yang kacau, tapi mereka tidak bisa lepas dari fungsi

Pelajaran Morsy untuk Jokowi dan Partai Islam

PADA bulan Maret 2013, seorang kolumnis Mesir bernama Khaled Fahmy menulis sebuah artikel menarik di Ahram, harian terbesar di Mesir. Tulisannya, yang mengritik sikap Presiden

Jokowi dan Papua

SEJAK pemerintahan Jokowi berkuasa dalam satu bulan terakhir ini, kita tidak mendengar adanya kabar baik dan terobosan segar berkaitan dengan persoalan Papua. Yang beredar luas

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.