1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Editorial
  6. /
  7. Page 5

Editorial

Revolusi merupakan tindakan kolektif rakyat biasa untuk mengubah sistem yang menindas dan mengeksploitasi mereka, sekaligus membangun sistem baru yang membebaskan. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa setelah Revolusi Prancis, unsur-unsur rezim lama tidak sepenuhnya berhasil ditaklukkan.
Saatnya berpikir dan mencari strategi serta taktik baru untuk membangun kekuatan kembali dan memenangkan pertempuran melawan oligarki.
Kebijakan-kebijakan Jokowi anti-rakyat; dia juga mengabaikan demokrasi dan hak asasi manusia

Editorial

Kontradiksi Geng-geng Mafia Orde Baru

DALAM minggu-minggu ini, perhatian kita tersedot oleh sidang-sidang di MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan), sebuah Dewan Etik yang menilai kepatutan berperilaku bagi para anggota DPR. Kali

NKRI = Nasionalisme-Militeris

SEBAGAI sebuah bangsa merdeka, adakah ironi yang lebih ironis ketika kita menyaksikan perlakuan para elit oligarki (militer, birokrasi, borjuasi, dan elit-elit parpol) Jakarta terhadap rakyat

Mahalnya Memulihkan Rupiah

SETELAH didera pelemahan selama berbulan-bulan, dan sempat mendekati level 15000 per USD, nilai tukar rupiah secara perlahan-lahan mengalami pemulihan. Meskipun belum kembali ke posisinya semula

Kota Yang Melayani Modal Besar

BELUM lama ini penggusuran dengan cara kekerasan terjadi kembali di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Ini mengulang-ulang kembali cerita politik kekerasan terhadap rakyat kampung kota di

Ahok Bornas

BERBEKAL bacaan literatur sejarah dan pengalaman, membuat penulis mengenal kalangan kiri dan kaum progresif di negeri ini yang sejak lama memang berisikan beragam posisi dan

Masyarakat Indonesia dan 70 Tahun Revolusi Agustus

BAGAIMANA memahami masyarakat kontemporer Indonesia kini? Di tengah-tengah perayaan 70 tahun kemerdekaan Indonesia, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Indonesia tetap terpuruk, ketika presidennya kini punya

Merdeka 100% dan Tanggung Jawab Sejarah

1932. BUNG Karno menulis  di Harian Ra’jat, ‘….kita bukan saja harus menentang kapitalisme asing, tetapi harus juga menentang kapitalisme bangsa sendiri.’ Bagi Bung Karno, kapitalisme

Pasca Drama Tolikara

“Kami sekarang sedang pikir nyawa manusia ini tidak ada harga sama sekali dari pada kios dan mushola. Kami sangat kecewa sekali dengan tindakan mereka.” Saksi

LGBT, Negara dan Perjuangan Kita

MENTERI Agama sudah bersikap, demikian pula KOMNAS HAM. Yang pertama menganggap pernikahan sejenis sulit diterima karena masyarakat kita relijius. Yang kedua lugas menyatakannya sebagai tindakan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.