
Siapa yang Diuntungkan dari “Kapitalisme Negara”?
Tanggapan untuk Johanes Danang Widojoko PATUT diakui, tulisan Johanes Danang Widojoko berjudul Sisi Lain Pilkada: Kembali Surutnya Kapitalisme Negara? memberi oase di tengah wacana
HomeArtikel

Tanggapan untuk Johanes Danang Widojoko PATUT diakui, tulisan Johanes Danang Widojoko berjudul Sisi Lain Pilkada: Kembali Surutnya Kapitalisme Negara? memberi oase di tengah wacana

Sedikit Tambahan Untuk Bonnie Setiawan SAYA tertarik dengan tulisan Bonnie Setiawan mengenai berpindahnya aset dan lahan desa kepada pemodal. Penulis memberi judul tulisannya Bagaimana

TULISAN INI akan membahas bagaimana Revolusi Hijau sebagai agenda kapitalisme, dalam rangka produksi dan reproduksi tenaga kerja yang murah mengesahkan zat beracun sebagai bagian dari makanan

PENGHUJUNG 2015 lalu, Presiden Joko Widodo mengukir rekor baru bidang administrasi pemerintahan. Hanya dalam waktu satu malam, ia membatalkan Peraturan yang dibikin oleh menterinya sendiri

DEWASA ini, persoalan seputar perdagangan manusia (human trafficking) merupakan salah satu masalah hangat yang diperbincangkan. Ia diperbincangkan karena masalah ini belum menunjukkan sinyal penurunan secara

Berpisah kita berjuang, bersama kita memukul ( Semboyan Jerman) Ayo kawan, mari keluar Hati lebih keras dari lapar Genggamlah salam kata bergetar Solidaritas! Kuat-tegar-benar… (Agam

Fathimah Fildzah Izzati, anggota redaksi Left Book Review IndoProgress, peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI. Judul Buku: Dreamers of A New Day: Women Who Invented

Tanggapan untuk Dodi Faedlulloh BEBERAPA upaya di kalangan gerakan untuk kembali menjajal koperasi sebagai bentuk pengorganisasian sudah mulai marak bermunculan. Dikatakan ‘kembali menjajal’ karena sebenarnya

Pikiran adalah bunga: ujaran adalah kuncup; dan tindakan adalah buah di dalamnya. (Ralph Waldo Emerson) Aku tidak mengajarkan kekerasan, tetapi apabila jempol kakiku diinjak, aku

CREDIT UNION (CU) merupakan salah satu aliran gerakan koperasi di Indonesia. CU tumbuh subur di tanah Borneo sejak empat dekade lalu.[1] Umur yang tak lagi
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.