1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 84

Paling Sering Dibaca

Memahami Inflasi Dari Perspektif Marxis

Informasi mengenai inflasi akan selalu penting bagi rakyat pekerja Indonesia. Hal ini disebabkan karena inflasi berkonsekuensi pada kenaikan harga sehingga menyebabkan semakin sulitnya rakyat pekerja Indonesia dalam memenuhi kebutuhan keseharian mereka. Karena inflasi, upah nyata mereka menjadi tergerus sebab harus mengikuti tingkat inflasi ini. Akhirnya, belanja kebutuhan dasar rakyat pekerja harus berkurang dan situasi ini akan membuat terjadinya penurunan kualitas hidup rakyat pekerja itu sendiri. Dari sini kita bisa melihat bahwa inflasi memiliki keterkaitan yang sangat erat bagi kehidupan rakyat pekerja dalam epos kapitalisme sekarang.

Implikasi praktis dari pendekatan Marxian dalam memahami inflasi adalah pentingnya upaya sosialisasi alat produksi dalam mengatasi inflasi. Kegagalan kelas borjuasi untuk meningkatkan nilai kapital konstan membuktikan bahwa dalam konjungtur perkembangan kapitalisme tertentu, kelas borjuasi tidak mampu menjalankan fungsi ‘revolusionernya’ untuk melakukan revolusionarisasi alat produksi. Kegagalan untuk meningkatkan kapasitas alat-alat produksi tersebut berimplikasi secara struktural terhadap seluruh kelas yang hidup dalam kapitalisme. Dalam hal inilah dorongan struktural untuk mengambil-alih alat-alat produksi oleh kelas pekerja dapat merupakan jawaban untuk mengatasi maraknya inflasi.

PNI, Sebuah Shit-Happens History

Sejarah PNI merupakan kisah tentang kemungkinan-kemungkinan progresif yang berulang kali muncul dalam sejarah Indonesia, tetapi kemudian dihancurkan sebelum sempat meraih kemenangan.

Presidential Threshold, Politik Neoliberal, dan UU Pemilu yang Transformatif

Revisi UU Pemilu semestinya dikaitkan dengan upaya mentransformasi tata kelola partai politik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menguji apakah desain kepemiluan mampu memperkecil politik kartel dan oligarki, mendewasakan praktik politik partai, serta memperkuat lembaga-lembaga demokrasi, atau justru sebaliknya.

Musik Warnet Akhir Abad ke-20

MIXTAPE INI SAYA BIKIN untuk mengenalkan “anak zaman sekarang” pada soundscape warnet Semarang dari dekade 90-an abad yang lalu. Panorama suara ini mungkin sudah punah hari ini,

Gagalnya Salat-Salat Kita

Masyarakat semakin religius tapi semakin intoleran, abai ketimpangan sosial, dan tetap merusak lingkungan.

Papua dalam Pendidikan Kasih Sayang

Kegembiraan anak-anak saat air laut naik di kawasan Teluk Wondama (foto: I Ngurah Suryawan) SAAT esai ini saya tulis, berdasar data catatan lapangan tahun 2013,

Patriarki Jawa dalam Kisah Rakyat Jawa

TAHUN 2005, antara bulan Mei-Juli, saya berkunjung ke rumah Pramoedya Ananta Toer. Sekedar mencari tahu cerita yang pernah diceritakan oleh Mohamad Charis (Kakek dari pihak

Politik Partai Milenial, Seberapa Menjanjikan?

KEHADIRAN Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai baru peserta pemilihan umum (pemilu) 2019 yang mengusung jargon ‘partai politik milenial’ menarik perbincangan publik karena bagi sebagian

Banyak Orang Menebang Hutan

Saut Situmorang lahir 29 Juni 1966 di sebuah kota kecil di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, tapi ia dibesarkan sebagai “anak kolong” di Asrama Kodam I/Bukit Barisan, Medan Sunggal, Medan. Pendidikan S1 (Sastra Inggris, Film, dan Creative Writing) dan S2 (Sastra Indonesia yang tidak selesai) dilakukannya di Selandia Baru yang menjadi tempat ia hidup merantau sebagai imigran selama 11 tahun. Saut mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia selama beberapa tahun di almamaternya, Victoria University of Wellington dan University of Auckland, Selandia Baru.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.