1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 85

Paling Sering Dibaca

Bertolt Brecht dan Keluhan Profetik

Pembaca yang rajin beribadah di gereja dan berteduh setiap hari mungkin terkejut ketika membaca puisi di atas. Judulnya berbunyi ‘Himne kepada Allah’, tetapi isinya jauh dari puji-pujian dan pengagungan akan kebesaran Allah. Dalam puisi itu, kita malah menemukan semacam gugatan atas kebijaksanaan Allah serta eksistensi-Nya. Klaim-klaim teologis tentang kemahakuasaan, kebaikan, serta kedaulatan Allah yang memelihara sejarah, dibenturkannya dengan potret kenyataan yang penuh dengan kemiskinan, penderitaan, dan kematian manusia.

Marxisme dan Kebenaran

Apakah yang menjamin bahwa Marxisme benar adanya? Banyak orang akan menjawab pertanyaan ini dengan berkata: Marxisme benar karena apa yang dinyatakannya tentang kenyataan—sejarah perkembangan masyarakat, misalnya—sesuai dengan kenyataan itu sendiri. Dengan kata lain, kenyataan merupakan hal yang membuat benar (truthmaker) Marxisme. Tentu saja. Namun, ini belum menjawab pertanyaan kita, sebab yang kita tanyakan bukanlah apa yang membuat Marxisme benar, melainkan apa yang menjamin Marxisme benar. Apakah yang memungkinkan Marxisme disebut sebagai benar? Pertanyaan soal jaminan kebenaran Marxisme ini dapat dijernihkan melalui sederet eksperimen-pikiran.

David Hume [2]

LEWAT  artikel sebelumnya kita berkenalan dengan pemikiran David Hume lewat pamflet An Abstract of a Treatise of Human Nature [1740]. Di sejarah ilmu, pemikiran Hume

Komune Paris dan Materialisme Historis

Kredit ilustrasi: Libcom.org PADA awal September 1870, prajurit Kekaisaran Prancis yang kewalahan melawan pasukan Kerajaan Prussia di Pertempuran Sedan, harus menerima imbasnya. Kaisar Napoleon III

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.